Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Polemik Gus Elham Cium Anak Perempuan: Dikecam Publik, Kemenag Angkat Suara

Rimba Febriani • Rabu, 19 November 2025 | 23:23 WIB
Kasus video Gus Elham mencium anak perempuan mendapatkan tanggapan tegas dari Kemenag.
Kasus video Gus Elham mencium anak perempuan mendapatkan tanggapan tegas dari Kemenag.

Jawa Pos Radar Madiun - Pendakwah muda Muhammad Elham Yahya Luqman atau Gus Elham kembali menjadi pusat perhatian setelah beberapa potongan video yang memperlihatkan dirinya mencium anak perempuan tersebar luas di media sosial.

Dalam salah satu rekaman, ia tampak mencium pipi seorang anak perempuan, sementara video lain menunjukkan tindakan serupa kepada beberapa anak lain, bahkan ada yang terlihat dicium di bagian bibir.

Kemunculan beragam video tersebut segera memicu gelombang protes dari publik.

Banyak warganet mengecam perilaku itu dan menilainya tidak selaras dengan etika seorang pendakwah.

Sebagian bahkan memberikan label negatif karena menganggap tindakannya melampaui batas norma sosial.

Kemenag Angkat Suara

Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, turut memberikan tanggapan tegas terkait ramainya sorotan terhadap Gus Elham.

Ia menyatakan bahwa tindakan mencium anak perempuan bukanlah hal yang patut dilakukan oleh figur publik keagamaan.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!” ujar Romo Syafi’i di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Romo menegaskan bahwa Kementerian Agama telah memiliki pedoman terkait lingkungan ramah anak di madrasah maupun pesantren.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan demi memastikan hak dan kenyamanan anak tetap terlindungi.

“Ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak… agar anak-anak mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pengawasan akan terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Mengenai potensi pemanggilan terhadap Gus Elham, Romo menegaskan bahwa pengawasan dan penertiban merupakan bagian dari menjaga keteladanan tenaga keagamaan di ruang publik.

Profil Singkat Gus Elham

Gus Elham lahir di Tarokan, Kediri, Jawa Timur, pada 8 Juli 2001.

Ia adalah putra KH. Luqman Arifin Dhofir dan Hj. Ernisa Zulfa Al-Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 1 Kediri. Ia memiliki seorang kakak bernama Gus Agung.

Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan pesantren dan dekat dengan tradisi keilmuan agama.

Gelar “Gus” yang disandangnya merupakan sebutan kehormatan bagi putra seorang kiai, sebagai simbol harapan untuk meneruskan perjuangan dakwah keluarga.

Alumni Pesantren Lirboyo

Selepas pendidikan dasar, Gus Elham melanjutkan pendalaman ilmu agama di Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren berpengaruh di Jawa Timur.

Dari lembaga ini ia memperoleh dasar keilmuan yang menjadi pijakan dakwahnya.

Saat ini, Gus Elham aktif mengisi pengajian rutin setiap Kamis dan Sabtu malam di pesantrennya.

Ia juga memanfaatkan media sosial untuk berdakwah, di samping mendirikan Pondok Pesantren Al Ikhlas 2 dan Majelis Taklim Ibadallah (MT Ibadallah) yang ia mulai pada September 2023.

Gus Elham Menyampaikan Permintaan Maaf

Setelah gelombang kritik terus berdatangan, Gus Elham akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui sebuah video klarifikasi.

“Dengan penuh kerendahan hati saya memohon maaf… Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk memperbaiki diri dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga.

“Saya bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak sesuai norma agama, etika, dan budaya bangsa.”

Gus Elham juga menyebut bahwa rekaman tersebut merupakan video lama yang sebelumnya telah ia hapus dari akun media sosialnya. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Gus elham minta maaf #Gus Elham viral #Gus Elham #Kemenag