Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Erupsi Gunung Semeru, Simak Peringatan Resmi dan Zona Rawan Ini Harus Dihindari

AA Arsyadani • Kamis, 20 November 2025 | 18:42 WIB
Erupsi Gunung Semeru kembali meningkat. Status tanggap darurat ditetapkan demi keamanan jelang liburan akhir tahun 2025.
Erupsi Gunung Semeru kembali meningkat. Status tanggap darurat ditetapkan demi keamanan jelang liburan akhir tahun 2025.

Jawa Pos Radar Madiun - Menjelang momentum liburan akhir tahun 2025, aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan.

Gunung dengan ketinggian 3.676 mdpl itu mengalami erupsi disertai luncuran awan panas hingga mencapai jarak 7 kilometer dari puncak pada Rabu sore (19/11), memicu penetapan status tanggap darurat untuk mempercepat respons di kawasan terdampak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa erupsi masih berlangsung saat catatan dibuat.

"Erupsi berupa awan panas masih berlangsung, jarak luncur sudah mencapai 7 km dari puncak, dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Mukdas Sofian.

Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dengan kolom abu setinggi 2.000 meter di atas puncak.

Kolom berwarna kelabu pekat ini bergerak ke arah utara dan barat laut.

Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.

Semeru saat ini berada pada Status Waspada (Level II).

Masyarakat diminta menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 8 kilometer dari puncak.

Mukdas menegaskan bahwa area di luar batas tersebut juga memiliki zona rawan yang harus diperhatikan.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak."

Masyarakat juga diminta menghindari area dalam radius 2,5 kilometer dari kawah karena risiko lontaran batu pijar.

Selain itu, warga dan wisatawan diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat mengarah ke sungai-sungai berhulu di puncak Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Peringatan ini menjadi perhatian penting bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke kawasan Lumajang dan sekitarnya pada liburan akhir tahun 2025.

Pemerintah daerah memastikan langkah penanganan cepat sedang berlangsung demi menjaga keamanan pengunjung dan warga sekitar. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#gunung semeru #gunung semeru erupsi #Liburan Akhir Tahun 2025 #erupsi gunung semeru 2025