Jawa Pos Radar Madiun – Keputusan pemerintah terkait kenaikan gaji PNS pada 2026 kini berada pada tahap kajian intensif.
Salah satu sosok sentral di balik proses itu adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini.
Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Rini pada 20 Oktober 2025, menjadikannya perempuan pertama dalam sejarah yang memimpin Kemenpan RB.
Karier Panjang dari ASN hingga Menpan RB
Rini Widyantini lahir di Bandung pada 29 Mei 1965. Ia mengawali karier sebagai ASN pada 1990, kemudian menempati posisi Analis Kebijakan pada 1997.
Sejak itu, kariernya dikenal stabil dan progresif di lingkungan Kemenpan RB.
Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:
Asisten Deputi Kelembagaan Perekonomian (2008–2009)
Staf Ahli Menteri PANRB Bidang Hukum (2011)
Deputi Bidang Kelembagaan (2012)
Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana (2013–2021)
Sekretaris Kementerian PANRB (2022–2025)
Pengalaman panjang itu membuat Rini dinilai memahami betul dinamika pembenahan birokrasi dan tata kelola ASN.
Tanggapan Kemenkeu: Masih Dalam Kajian
Posisi Rini sebagai Menpan RB membuatnya berperan langsung dalam usulan kenaikan gaji ASN 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Kemenkeu telah menerima surat resmi dari Rini terkait usulan gaji PNS naik di tahun 2026.
“Nanti kita nilai dan kita assess, kita diskusikan nanti,” ujar Purbaya di konferensi pers APBN KiTa, Kamis (20/11).
Dirjen Anggaran Kemenkeu, Luky Alfirman, juga membenarkan bahwa surat sudah diterima, namun keputusan final belum diambil.
“Ini bukan hanya simply kita naikin gaji. Banyak faktor yang dinilai, termasuk kinerja ASN dan kemampuan fiskal,” tegas Luky.
Dukungan Menpan RB, tapi Bergantung Ruang Fiskal
Rini sebelumnya menyampaikan dukungannya terhadap rencana penyesuaian gaji ASN.
Namun ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus realistis dan sesuai kapasitas fiskal negara.
Isu kenaikan gaji ASN, TNI, dan Polri kembali menguat setelah diterbitkannya Perpres 79/2025 yang memuat pemutakhiran RKP 2025.
Ada tiga alasan utama yang membuat posisi Rini Widyantini menjadi salah satu penentu kebijakan kenaikan gaji ASN 2026:
1. Pengalaman birokrasi 35 tahun
Ia memahami struktur karier, tuntutan reformasi birokrasi, serta kondisi riil ASN di lapangan.
2. Arsitek kebijakan kelembagaan
Rini terlibat dalam banyak penyusunan kebijakan tata laksana sejak era sebelumnya.
3. Pengendali kebijakan manajemen ASN
Surat resmi usulan kenaikan gaji ASN 2026 berasal dari KemenPANRB, yang Rini pimpin.
Menilik peran strategis itu, keputusan kenaikan gaji ASN 2026 sangat berkaitan dengan kajian yang dibawanya ke Kemenkeu. (naz)
Editor : Mizan Ahsani