Jawa Pos Radar Madiun - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan penyaluran bantuan langsung tunai sementara (BLTS) tahap kedua akan dimulai pekan depan.
Sebanyak 12 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dipastikan masuk daftar pencairan setelah proses verifikasi data tuntas.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan proses distribusi BLTS kini memasuki tahap dua setelah penyaluran tahap pertama mencapai lebih dari 15 juta KPM.
"BLTS ini lagi proses sekarang. Jadi ini lagi proses untuk penyaluran tahap kedua. Kalau yang reguler sudah selesai semua, hampir selesai," ujarnya di Tangerang, Sabtu (22/11).
Ia menjelaskan ada 12 juta KPM yang telah tervalidasi dari total 35 juta penerima bantuan sosial.
"Tahap kedua ada hampir 12 juta tengah proses penyaluran. Pada tahap pertama itu ada 15 juta lebih yang sudah tersalurkan, dan nanti tahap ketiga ada sekitar 8 juta," jelasnya.
Kemensos memastikan penyaluran berjalan tanpa hambatan, baik melalui bank-bank Himbara maupun PT Pos Indonesia. Pemutakhiran data menjadi fokus utama agar distribusi tepat sasaran.
"Lancar. Kemarin (ada hambatan) karena ya data… Tapi sekarang datanya kita mutakhirkan baru kita salurkan. Maka itu bertahap dan pemutakhiran ini memang memerlukan dukungan dari daerah," kata Gus Ipul.
BLTS diberikan untuk periode Oktober, November, dan Desember dengan total penerima 35 juta KPM. Penyalurannya dibagi dua skema: 18 juta KPM melalui PT Pos, 17 juta KPM melalui bank Himbara.
Kemenkeu Yakin BLT Dongkrak Daya Beli Kuartal IV/2025
Secara terpisah, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, optimistis kucuran BLT Rp900 ribu ke 35 juta KPM akan memulihkan konsumsi masyarakat jelang akhir tahun.
Ia menyebut bantuan tersebut menyasar empat desil terbawah yang memiliki kecenderungan konsumsi tinggi.
"Artinya kalau kita tambah Rp900.000 uang ke kantong masyarakat, mereka langsung membelanjakan paling tidak 90%-nya dari Rp900.000 tersebut," ungkap Febrio.
Menurutnya, dorongan konsumsi akan terlihat pada PDB kuartal IV/2025 setelah kuartal sebelumnya menunjukkan perlambatan.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal III/2025 hanya mencapai 4,89% YoY, turun dari 4,96% YoY pada kuartal II/2025.
Febrio menjelaskan total dana yang disiapkan pemerintah untuk BLT mencapai Rp31,95 triliun.
Hingga 31 Oktober 2025, realisasi penyaluran sudah mencapai Rp13,1 triliun kepada 14,6 juta KPM melalui transfer rekening.
Mulai Jumat (21/11/2025), PT Pos Indonesia juga mulai menyalurkan bantuan bagi KPM yang tidak memiliki rekening. Mereka dapat mengambil BLT di balai desa masing-masing. (op)
Editor : Ockta Prana Lagawira