Jawa Pos Radar Madiun - Sebanyak 4.340 orang mendaftar dalam program “Challenge Downgrade Ukuran Bajumu 3.0” yang digelar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kemarin (23/7).
Tantangan ini bertujuan mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui langkah-langkah sederhana, termasuk menurunkan ukuran baju.
"Pada tahun ini total peserta 4.340 untuk seluruh tantangan, dan kemudian peserta yang resmi mengikuti tantangan ada 2.761. Jadi 'challenge' ini cukup berat,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.
Dari jumlah peserta resmi, 1.241 orang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian tantangan.
Tantangan meliputi:
-
Jalan kaki minimal 7.500 langkah per hari menggunakan aplikasi penghitung langkah di ponsel.
-
Pola makan sehat dengan konsep “Isi Piringku” setiap hari.
-
Aktivitas fisik minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.
-
Pemeriksaan kesehatan rutin di fasilitas kesehatan setiap minggu.
Program ini berlangsung selama enam pekan, dari 6 Oktober hingga 16 November 2025, bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia (14 November) dan Hari Kesehatan Nasional ke-60 (12 November 2025).
“Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta cukup konsisten dan memiliki komitmen kuat untuk melakukan gaya hidup sehat,” tegasnya.
Tantangan ini tidak hanya fokus pada penampilan, tetapi juga menurunkan berat badan berlebih, memperbaiki kebugaran, serta mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan masalah obesitas masih signifikan.
Berdasarkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) November 2025, dari 1.720.658 orang yang diukur lingkar perutnya, 579.812 orang (33,7%) mengalami obesitas sentral.
Sementara itu, dari 446.116 orang yang diperiksa tingkat aktivitas fisiknya, 423.521 orang (94,94%) kurang aktivitas fisik.
Ani menegaskan, tantangan ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup aktif, sehat, dan berkelanjutan.
“Tidak sekadar pada saat 'challenge', tapi kami harapkan ini kemudian mengubah kebiasaan,” ujarnya. (fin)
Editor : AA Arsyadani