Jawa Pos Radar Madiun - Belakangan ini, BPS RI tengah bersiap menjalankan agenda besarnya. Yakni, sensus ekonomi.
Dalam persiapan, BPS membutuhkan tenaga sensus. Jumlah petugas yang dibutuhkan mencapai 190 ribu.
Para pencari kerja (pencaker) silakan merapat. Bagi yang ingin menambah penghasilan di luar gaji, juga tak dilarang melamar lowongan BPS RI untuk tahun 2026 mendatang ini.
Apa Itu Sensus Ekonomi
Sensus Ekonomi adalah pendataan skala nasional yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mencatat seluruh kegiatan usaha di Indonesia. Tidak seperti sensus penduduk yang menyasar individu, sensus ekonomi fokus pada pelaku ekonomi, baik yang bersifat formal maupun informal.
Kegiatan ini menjadi proyek statistik terbesar setelah sensus penduduk, dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
Sampai saat ini, Indonesia telah melaksanakan sensus ekonomi sejak 1963, lalu berlanjut pada: 1976 – 1986 – 1996 – 2006 – 2016 – dan berikutnya 2026.
Mengapa Sensus Ekonomi Penting?
Sensus ekonomi dianggap sebagai “peta jalan ekonomi nasional” karena memberikan gambaran paling akurat mengenai kondisi riil ekonomi Indonesia.
Berikut alasan mengapa pendataan ini sangat krusial:
1. Memetakan Pelaku Usaha dari Hulu ke Hilir
Sensus ekonomi memotret seluruh unit usaha mulai UMKM, usaha rumahan, pedagang kaki lima, hingga perusahaan besar.
2. Dasar Kebijakan untuk 10 Tahun ke Depan
Hasil sensus menjadi referensi utama untuk:
Penentuan arah kebijakan fiskal, rencana pembangunan nasional, penyusunan anggaran, dan penentuan sektor prioritas.
Kemudian, sebagai perumusan kebijakan UMKM. Banyak keputusan negara, mulai dari investasi, pajak, hingga industri strategis, akan mengacu pada data sensus.
3. Mengukur Perubahan Struktur Ekonomi
Dalam sepuluh tahun, ekonomi bisa berubah drastis. Contoh perubahan yang kerap terjadi:
Perpindahan sektor dari pertanian ke industri atau jasa. Pertumbuhan ekonomi digital. Kenaikan usaha e-commerce. Pergeseran lapangan usaha dari fisik ke online. Sensus ekonomi membantu negara memahami dinamika tersebut secara objektif.
4. Mendukung Pemerataan Tenaga Kerja dan Pembangunan
Dengan mengetahui lokasi usaha yang padat dan yang kurang berkembang, pemerintah dapat:
Menentukan wilayah yang harus mendapat intervensi. Mendorong investasi di daerah tertinggal. Mengarahkan pembangunan infrastruktur. Menyusun strategi pemerataan tenaga kerja
5. Mendukung Dunia Usaha
Hasil sensus ekonomi juga bermanfaat bagi:
Investor, Perbankan, Pelaku UMKM, Industri kreatif, dan Perusahaan multinasional.
Karena mereka membutuhkan data yang akurat sebelum mengambil keputusan bisnis.
Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) menjadi momentum penting karena Indonesia sedang berada dalam fase transformasi digital. Ada tiga fokus besar:
1. Pendataan Ekonomi Digital
Termasuk: Marketplace, Usaha online (dropshipper, reseller, konten kreator), Startup teknologi, Fintech, Jasa digital mandiri (freelancer IT, UI/UX, animator, dll).
Ini akan menjadi sensus ekonomi pertama yang menangkap data ekonomi digital secara luas.
2. Penguatan UMKM
UMKM menyumbang: 61 persen PDB dan 97 persen tenaga kerja.
Pendataan SE 2026 akan membantu memetakan kebutuhan pelaku UMKM untuk kebijakan pembiayaan, digitalisasi, dan keberlanjutan usaha.
Rekrutmen Masif 190 Ribu Petugas
SE 2026 akan menjadi salah satu proyek padat karya terbesar BPS dalam beberapa dekade.
Petugas akan ditempatkan di seluruh kecamatan di Indonesia.
Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengungkapkan, program Sensus Ekonomi 2026 akan diluncurkan pada Januari 2026.
Sementara proses rekrutmen petugas lapangan secara resmi akan dimulai pada Februari 2026.
“Kami butuh 190 ribu petugas di lapangan, bisa dari mahasiswa, dosen, akademisi silakan bergabung karena ini sifatnya padat karya se-Indonesia. Bayaran tergantung jumlah responden yang mereka kumpulkan, kemungkinan bisa Rp 3-5 juta,” ujar Sonny, (den)
Editor : Deni Kurniawan