Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

KH Anwar Iskandar Terpilih Kembali Pimpin MUI 2025–2030, Begini Profil, Rekam Jejak dan Pengaruhnya

Mizan Ahsani • Senin, 24 November 2025 | 20:10 WIB
Ilustrasi KH Anwar Iskandar yaTerpilih Kembali Pimpin MUI 2025–2030
Ilustrasi KH Anwar Iskandar yaTerpilih Kembali Pimpin MUI 2025–2030

Jawa Pos Radar Madiun - KH Anwar Iskandar kembali menjadi sorotan nasional setelah terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2025–2030.

Sosok ulama senior ini dikenal berpengaruh dalam dinamika kepemimpinan keagamaan Indonesia, terutama berkat kemampuannya menjaga persatuan umat dan merespons tantangan sosial keagamaan yang terus berkembang.

Kiprahnya semakin kuat setelah puluhan tahun berkecimpung di lingkungan pesantren dan organisasi Nahdlatul Ulama.

Perjalanan panjang tersebut menempatkannya sebagai figur sentral yang kerap hadir dalam berbagai forum strategis tingkat nasional.

Riwayat Hidup dan Pendidikan

KH Anwar Iskandar lahir di Desa Berasan, Banyuwangi, pada 24 April 1950 dari keluarga ulama yang dihormati.

Ia menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah di pesantren yang diasuh ayahnya sebelum memperluas wawasan keilmuan di Pesantren Lirboyo Kediri.

Setelah menuntaskan pendidikan pesantren, ia melanjutkan studi tinggi hingga meraih gelar Sarjana Sastra Arab di IAIN Jakarta.

Latar pendidikan berjenjang ini membentuk pemikirannya yang moderat, terbuka, serta memperkuat kapasitas intelektualnya dalam memimpin organisasi besar.

Kiprah Organisasi dan Peran Nasional

Perjalanan organisasi KH Anwar dimulai dari Gerakan Pemuda Ansor hingga menduduki berbagai posisi penting di Nahdlatul Ulama.

Ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah NU Kediri sebelum dipercaya menjadi Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur pada 1997.

Perannya dalam kancah nasional juga terlihat dari keterlibatannya sebagai anggota MPR dan keterlibatan dalam struktur partai yang berbasis kalangan nahdliyin.

Kredibilitasnya semakin diakui ketika ia memimpin MUI, menghadapi isu besar seperti digitalisasi fatwa, radikalisme, hingga penguatan hubungan antarumat beragama.

Gaya Kepemimpinan dan Pengabdian Sosial

KH Anwar Iskandar dikenal memiliki gaya kepemimpinan berbasis musyawarah dan konsensus. Ia piawai meredam perbedaan pandangan antarulama dan menjaga harmoni dalam setiap ruang dialog keagamaan.

Ia juga gencar mengembangkan dakwah kontekstual yang adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga umat dapat menjawab tantangan sosial modern dengan lebih relevan.

Komitmen pengabdiannya tampak melalui pendirian pesantren dan yayasan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi berakhlak dan berpengetahuan.

Perannya sebagai Ketua Umum MUI kembali menegaskan dedikasinya terhadap persatuan umat serta penguatan lembaga keagamaan di tengah isu-isu kontemporer yang semakin kompleks.

(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#2025 #keagamaan #ketua umum mui #ulama #biodata #KH Anwar Iskandar #profil