Jawa Pos Radar Madiun - Upaya pemerintah dalam mempercepat penyaluran bantuan sosial terus digenjot menjelang akhir November 2025.
Bantuan tambahan pangan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terverifikasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi fokus utama untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
Selain beras dan minyak goreng, pemerintah juga memperluas penyaluran BLT Kesra Rp900 ribu untuk KPM non-KKS.
Bantuan ini merupakan alokasi Oktober hingga Desember yang kini dipacu pencairannya melalui PT Pos Indonesia, mencakup 516 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Program ini menyasar 17,3 juta KPM tambahan yang masuk kategori Desil 1–4 DTSEN, namun belum menerima bansos reguler seperti PKH atau BPNT.
Jadwal Penuntasan Bantuan Pangan Akhir November 2025
Penyaluran beras 20 kg dan minyak goreng difokuskan pada beberapa wilayah berikut:
1. Bengkulu & Bengkulu Selatan — 24–30 November, bertahap hingga akhir bulan
2. Pandeglang, Banten — 25–27 November, prioritas KPM nelayan terdampak cuaca
3. Pidie & Pidie Jaya, Aceh — 24–30 November, target rampung via Bulog Sigli
4. Singkawang & Sambas, Kalbar — 24–29 November, sekaligus dua gelombang bansos
5. Madiun, Jawa Timur — 24–28 November dengan total 8.173 KPM
6. Empat Kabupaten Madura — 24–30 November untuk 417.462 KPM
Pemerintah memastikan seluruh wilayah tersebut dikejar hingga tuntas sesuai alokasi dan jadwal resmi.
Bansos APBD Ikut Digerakkan
Seiring bansos dari APBN, pemerintah daerah juga menggulirkan bantuan melalui APBD untuk memperkuat penanganan kemiskinan lokal, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.
Mekanisme pencairan dapat dilakukan melalui:
• transfer bank,
• kantor kecamatan atau desa,
• maupun PT Pos bila ada kolaborasi penyaluran.
Imbauan untuk KPM
Pesan penting bagi penerima:
• Cek undangan pencairan dari PT Pos atau perangkat desa
• Bawa identitas sesuai data terdaftar
• Pantau status bansos melalui layanan resmi seperti DTKS dan cekbansos
Percepatan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi keluarga rentan dan memastikan cadangan kebutuhan pokok aman menjelang pergantian tahun.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun