SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Sugiri Sancoko menjadi pintu masuk membuka tirai dugaan kasus korupsi lainnya di Ponorogo.
Kemarin (26/11), lembaga antirasuah tersebut menggeledah kantor PT Widya Satria, kontraktor pemenang tender megaproyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP), di Jalan Ketintang Permai Blok BB Nomor 22, Surabaya.
Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penggeledahan di kantor PT Widya Satria, Surabaya. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 11.00 kemarin.
Pantauan Jawa Pos di lapangan, petugas mengenakan rompi KPK tampak lalu-lalang memeriksa seluruh ruangan.
Mereka dikawal ketat petugas Brimob Polrestabes Surabaya. ‘’Benar, ada penggeledahan (di kantor PT Widya Satria, Surabaya, Red),’’ terang Budi kepada Jawa Pos kemarin.
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa proses penggeledahan dilangsungkan berkaitan dengan OTT Bupati Sugiri Sancoko pada 7 November lalu.
KPK juga telah mengamankan sejumlah dokumen terkait proyek MRMP dari ruang Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo pada 12 November lalu.
Kepala Disbudparpora Judha Slamet Sarwo Edi turut diperiksa selama 5,5 jam di hari tersebut. ‘’(Penggeledahan) terkait perkara Ponorogo,’’ imbuh Budi.
PT Widya Satria diketahui milik Erlangga Satriagung, mantan Ketua KONI Jatim periode 2012-2016. Dengan usaha bergerak di bidang jasa konstruksi perdagangan dan investasi.
Erlangga membenarkan bahwa hal itu berkaitan dengan penelusuran dugaan korupsi pada proyek MRMP. ‘’Tugasnya beliau-beliau (menggeledah, Red) berkaitan dengan Sugiri,’’ ujar Erlangga kepada Jawa Pos.
Dia menuturkan, hingga kemarin petang, petugas KPK masih mengumpulkan berkas-berkas berkaitan proyek pembangunan monumen setinggi 126 meter tersebut.
Data yang diperiksa KPK terutama pada tahun anggaran 2024. Selain pengumpulan berkas, Erlangga turut dimintai keterangan oleh KPK.
Disinggung kekhawatiran menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam kasus pembangunan MRMP, Erlangga mengaku tidak khawatir.
‘’Kalau kaitan saya dengan Sugiri, ya, tidak. Menurut saya tidak ada. Saya cuma pemegang saham, jadi tidak paham teknisnya,’’ ujar eks Ketua Kadin Jawa Timur tersebut.
PT Widya Satria sendiri menjadi satu dari 62 peserta yang mendaftar dalam lelang terbuka 2022 silam. Dalam proses seleksi, hanya tiga kontraktor yang lolos prakualifikasi.
Pun, dua perusahaan yakni PT Widya Satria dan PT Sinar Cerah Sempurna yang mengajukan penawaran akhir.
Pemkab menetapkan PT Widya Satria sebagai pemenang dengan kontrak multiyears 2022-2024 dengan nilai Rp 73.875.360.000. Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Ponorogo, PT Widya Satria pernah masuk daftar hitam di e-katalog. (leh/qia/gen/kid)
Editor : Mizan Ahsani