Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Menag: Ada 80 Pesantren Rawan Ambruk, Presiden Instruksikan Perbaikan Cepat

AA Arsyadani • Kamis, 27 November 2025 | 21:39 WIB
Menag Nasaruddin Umar menginstruksikan Kepala Kanwil dan Rektor PTKIN serius terhadap publikasi media dan pengelolaan citra lembaga. 
Menag Nasaruddin Umar menginstruksikan Kepala Kanwil dan Rektor PTKIN serius terhadap publikasi media dan pengelolaan citra lembaga. 

Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 80 pondok pesantren di 38 provinsi yang masuk kategori rawan ambruk dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.

“Kita inventarisir ada sekitar 80 pesantren dengan tingkat kerawanan sangat tinggi, dan Presiden langsung memerintahkan agar semuanya diperbaiki sebelum menimbulkan korban,” ujarnya di Surabaya, Kamis (27/11).

Nasaruddin bersyukur karena Presiden dinilai sangat proaktif dalam memberikan perhatian khusus pada kondisi infrastruktur pesantren.

Tragedi Ponpes Al Khoziny

Pernyataan Menag disampaikan setelah tragedi runtuhnya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, yang terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.

Bangunan yang difungsikan sebagai tempat ibadah tiba-tiba ambruk saat para santri sedang salat Asar berjamaah.

Akibatnya, puluhan santri tertimpa reruntuhan. Polisi menyebut dugaan awal penyebab insiden tersebut adalah kegagalan konstruksi.

Setelah operasi pencarian selama sembilan hari, proses SAR ditutup pada Selasa (7/10).

Data terakhir menyebut 167 santri menjadi korban, terdiri dari 104 orang selamat dan 63 meninggal dunia.

Respons Cepat Pemerintah

Begitu menerima kabar kejadian, Menag Nasaruddin langsung bertolak ke Sidoarjo untuk memantau proses evakuasi dan memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

“Begitu kejadian kami langsung ke lokasi. Ini ciri khas kita sebagai Kementerian Agama: sekecil apa pun isu, kita harus hadir dan melakukan pemetaan lapangan,” ujarnya.

Kementerian Agama juga menyalurkan bantuan darurat, termasuk logistik serta kebutuhan dasar bagi keluarga dan santri yang terdampak.

Menag menegaskan bahwa kejadian seperti di Ponpes Al Khoziny harus menjadi yang terakhir.

Ia meminta seluruh pihak memperkuat kolaborasi agar tidak ada lagi pesantren yang beroperasi dalam kondisi bangunan berbahaya.

“Ini harus jadi momentum. Jangan ada lagi pesantren yang seperti itu,” tegasnya. (fin) 

Editor : AA Arsyadani
#Menag Nasaruddin Umar #Bangunan pondok pesantren ambruk #pondok pesantren