Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Presiden Prabowo Panggil Bahlil hingga Purbaya ke Istana, Ada Apa?

AA Arsyadani • Jumat, 28 November 2025 | 00:27 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Jawa Pos Radar Madiun - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis sore (27/11).

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 14.50 WIB dan menghadirkan beberapa nama penting, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, materi lengkap dari pertemuan ini masih menunggu hasil rapat resmi.

Berdasarkan laporan pewarta ANTARA, beberapa pejabat yang hadir antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Sesaat setelah tiba, Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan bahwa salah satu agenda rapat bersama Presiden berkaitan dengan subsidi LPG.

“Rapat katanya ada yang berhubungan dengan subsidi LPG, gas itu,” ujar Purbaya.

Wamendagri Bima Arya juga mengonfirmasi bahwa rapat terbatas kemungkinan turut membahas berbagai isu di daerah, mulai dari bencana hingga infrastruktur.

“Sepertinya antara lain begitu (membahas penanganan bencana). Kelihatannya ada juga hal-hal lain seperti infrastruktur di daerah, kondisi perekonomian di daerah, dan lain-lain,” ucapnya.

Fokus Utama: Penambahan Volume LPG Bersubsidi

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memastikan pemerintah akan menambah pasokan LPG 3 kilogram menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Penambahan ini diperlukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terjamin.

Hal tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria.

Rapat itu secara khusus menyoroti kesiapan pasokan energi akhir tahun.

“Karena harus kita pastikan semuanya harus clear,” ujar Bahlil usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta (26/11).

Bahlil menilai ketersediaan energi, khususnya LPG subsidi, harus dijaga agar masyarakat tidak mengalami kelangkaan pada masa liburan.

Pemerintah sepakat untuk menambah volume LPG bersubsidi dari 8,2 juta metrik ton menjadi sekitar 8,4 hingga 8,5 juta metrik ton.

“Di situ, di salah satu disepakati adalah ada kenaikan volume LPG dari kurang lebih 8,2 (juta metrik ton) menjadi 8,4 atau 8,5. Angkanya saya lupa data rincinya,” katanya. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Purbaya #prabowo #istana #bahlil