Jawa Pos Radar Madiun – Sebuah operasi penyelamatan dramatis terjadi di Desa Gunong Rambong, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, ketika sepasang suami-istri (pasutri) lansia terkurung banjir selama dua hari penuh.
Pasangan ini baru berhasil dievakuasi setelah polisi menerima laporan dari perangkat desa yang khawatir karena keduanya tak kunjung kembali ke rumah.
Kasat Polairud Polres Aceh Barat, Iptu Karianta, membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Operasi penyelamatan digelar setelah pihak desa melaporkan bahwa pasangan lansia tersebut sudah dua hari tidak pulang ke rumah akibat terjebak banjir,” ujarnya, Jumat (28/11).
Menurutnya, Desa Gunong Rambong termasuk salah satu wilayah terparah yang terdampak luapan air.
Dari 65 KK, sebanyak 62 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter, memaksa puluhan warga mengungsi ke balai desa.
Evakuasi terhadap pasangan lansia itu bukanlah tugas mudah. Lokasi keduanya berada sekitar dua kilometer dari titik pengungsian, sehingga petugas harus bergerak perlahan menembus genangan air yang terus naik.
Korban yang diselamatkan adalah Nurasyiah (65) dan suaminya Tgk Safi’i (70), seorang imam desa yang sangat dihormati masyarakat.
Hilangnya pasangan tersebut selama dua hari membuat warga setempat cemas.
Saat ditemukan, kondisi keduanya lemah karena terjebak di rumah yang sudah dikepung banjir.
Petugas lalu mengevakuasi keduanya menggunakan perahu karet milik Satpolairud Polres Aceh Barat.
Polres Aceh Barat terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan perangkat desa setempat untuk memantau perkembangan banjir yang berpotensi meningkat seiring cuaca buruk.
Masyarakat juga diimbau segera meminta bantuan jika kondisi air kembali naik.
Iptu Karyanta menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam penanganan bencana.
Aksi penyelamatan ini memperlihatkan komitmen kepolisian untuk memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat. (fin)
Editor : AA Arsyadani