Jawa Pos Radar Madiun – Sosok Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan menarik perhatian publik, terutama saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Madiun.
Selain membahas kesiapan layanan ibadah haji dan rencana pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu di Kota Pendekar, latar belakang dan perjalanan karier sang menteri juga menjadi sorotan.
Gus Irfan lahir pada 24 Juni 1962 dan merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari.
Ia menempuh pendidikan menengah di SMPP Jombang yang kini menjadi SMA Negeri 2 Jombang, kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya Malang hingga meraih gelar Sarjana pada 1985.
Pendidikan Magister ia selesaikan pada 2002, sebelum akhirnya menuntaskan program doktoral di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada 24 Februari 2025.
Disertasinya berjudul Kepemimpinan Transformasional KH Muhammad Yusuf Hasyim dalam Melestarikan Tradisi Indonesia di Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang.
Karier awal Gus Irfan banyak berkaitan dengan dunia pesantren.
Ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng dari 1989 hingga 2006. Sejak 1990 ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Yayasan Hasyim Asy’ari.
Ia pernah menjadi Komisaris Utama PT BPR Tebuireng hingga 2016 dan menjadi dosen di AKPER Widyagama Malang pada 2013 sampai 2016.
Selain itu, sejak 2006 ia mengasuh Pesantren Al Farros.
Langkah Gus Irfan di dunia politik semakin kuat ketika terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII pada Pemilu 2024.
Ia dilantik pada 1 Oktober 2024, namun hanya menjabat hingga 22 Oktober 2024.
Baca Juga: Dana Desa Tahap II Tak Cair, Pembangunan 45 Desa di Pacitan Terancam Mandek
Sebab kemudian ia dipercaya memimpin Badan Penyelenggara Haji dan Umrah yang kini menjadi Kementerian Penyelenggaraan Haji dan Umrah RI.
Di organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, Gus Irfan aktif di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah PWNU Jawa Timur dan Wakil Ketua Lembaga Perekonomian NU.
Di ranah politik, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Muslim Indonesia Raya dan menjadi juru bicara dalam Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019.
Dalam kunjungannya ke Kota Madiun, ada sisi personal yang ia ungkapkan. Ia menyebut dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Kota Pendekar sejak kecil.
Hal tersebut karena ibunya berasal dari Kota Madiun dan pernah tinggal di Jalan Dr Soetomo.
“Saya ini, ibu saya orang Kota Madiun, tinggalnya di Jalan Dr Soetomo sini,” ujar Gus Irfan.
Kedekatan itu membuatnya memahami perkembangan daerah ini dari masa ke masa.
Ia teringat bagaimana Kota Madiun dahulu kerap dilanda banjir sebelum akhirnya mampu ditangani secara bertahap.
Menurutnya, perkembangan Kota Pendekar kini bergerak sangat cepat dibanding era sebelumnya.
“Sampai tahun dua ribu an kok stagnan ya perasaan saya. Tapi sekarang cepat sekali perkembangannya. Ya mudah mudahan bisa semakin bagus ke depannya,” tuturnya.
Kunjungan kerja tersebut sekaligus memperkuat hubungan baik antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam peningkatan layanan haji dan umrah bagi masyarakat Kota Madiun. (naz)
Editor : Mizan Ahsani