Jawa Pos Radar Madiun — Pemerintah menyiapkan insentif senilai Rp1 triliun bagi pemerintah daerah sebagai bentuk penghargaan atas capaian di sektor prioritas.
Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Purbaya menyebut skema insentif tersebut sudah dibahas bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan sejumlah menteri lainnya.
Menurutnya, dana Rp1 triliun itu telah masuk alokasi pemerintah dan siap disalurkan sebagai reward atas kinerja daerah.
"Sudah ada dana Rp1 triliun disediakan untuk reward-reward seperti itu, katanya sudah ada," ujar Purbaya.
Insentif Bisa Bertambah, Permintaan Airlangga Fokuskan pada Ekonomi Daerah
Purbaya menegaskan bahwa nominal insentif masih memungkinkan bertambah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, disebut mengusulkan tambahan anggaran dengan tujuan memperkuat sektor ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
"Pak Airlangga minta tambah lagi, nanti kami lihat untuk apa tambahannya," kata Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa daerah yang mampu menciptakan lapangan kerja baru berpeluang mendapatkan bonus tambahan.
"Daerah yang bisa menciptakan lapangan kerja akan dikasih insentif, kata Pak Airlangga, tapi saya enggak tahu detailnya," lanjut Purbaya.
Mulai Berlaku Tahun Depan
Saat ditanya mengenai waktu implementasi, Purbaya memastikan bahwa program ini tidak akan berjalan tahun ini.
Pemerintah akan mengeksekusinya mulai tahun depan, bersamaan dengan siklus anggaran baru.
"Tahun depan, tahun ini udah habis," tegasnya.
Skema insentif senilai Rp1 triliun ini diprediksi akan menjadi langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan performa daerah sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui kontribusi daerah-daerah yang produktif.
Editor : Ockta Prana Lagawira