Jawa Pos Radar Madiun - Aksi mereka tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan untuk korban bencana akibat kerusakan ekosistem hutan, tetapi juga untuk menggerakkan kepedulian generasi muda.
Mereka ingin menunjukkan bahwa solidaritas bisa dimulai dari langkah kecil anak muda yang peduli sesama.
Menurut laporan akun Instagram minangconnect, gerakan solidaritas ini bermula dari inisiatif Praz Teguh yang membuka penggalangan dana dan berhasil mengumpulkan lebih dari Rp 1 miliar.
Aksi ini kemudian memicu gelombang dukungan lebih besar setelah Ferry Irwandi, YouTuber sekaligus CEO Malaka Project, menggelar open donasi di Kitabisa dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp10 miliar hanya dalam 24 jam.
Aksi kolektif ini menginspirasi lebih banyak pemuda Minang untuk turun langsung membantu korban banjir.
Mereka melakukan kunjungan ke titik-titik terdampak, menyalurkan bantuan, hingga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan donasi.
“Di ranah Minang, sudah ada penulis novel 'Dompet Ayah Sepatu Ibu' JS Khairen @js_khairen yang juga pulang kampung.
Ia lantas bertemu dengan penulis novel 'Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi' Boy Candra @boycandra untuk mengunjungi beberapa titik terdampak banjir di Kota Padang.
Mereka juga bertemu dengan Praz Teguh,” ungkap akun tersebut.
“Semoga 'garik lincah' mereka semakin menginspirasi dan memotivasi banyak masyarakat lagi, terutama anak muda untuk ikut bekerja sama membantu saudara-saudara yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Serta, memotivasi pihak-pihak lain untuk berkolaborasi menggalang bantuan demi meringankan penderitaan warga terdampak,” imbuhnya.
Gerakan spontan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi pemuda mampu menciptakan dampak besar dalam waktu singkat, terutama ketika dilakukan bersama dengan semangat kemanusiaan. (fin)
Editor : AA Arsyadani