Jawa Pos Radar Madiun - Kebakaran hebat melanda gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12) siang.
Hingga pukul 15.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 22 orang, termasuk satu korban yang sedang mengandung.
Kepolisian menyebut para korban diduga tewas akibat lemas. “Temuan ini merupakan hasil identifikasi awal tim pemadam kebakaran dan kepolisian di lokasi kejadian,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro.
Ia menambahkan bahwa penyebab pasti kematian masih menunggu pemeriksaan mendalam dari Puslabfor Polri.
29 Unit Damkar Dikerahkan
Informasi dari Sudin Gulkarmat DKI menyebut kebakaran terjadi sekitar pukul 12.50 WIB. Api cepat membesar dan membakar gedung tujuh lantai tersebut.
Sebanyak 29 unit mobil damkar dan 101 personel dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban.
Gedung yang terbakar merupakan kantor pusat Terra Drone Indonesia di Jakarta. Hingga sore, proses pendinginan dan penyisiran masih dilakukan karena asap tebal memenuhi beberapa lantai.
Profil Perusahaan: Siapa Terra Drone?
Terra Drone merupakan salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia, berbasis di Jepang.
Melalui jaringan mitra dan perusahaan grup, Terra Drone beroperasi di lebih dari 25 negara.
Perusahaan ini menawarkan layanan seperti survei udara, inspeksi infrastruktur, pemodelan 3D, analisis data, hingga pelatihan operasional drone.
Dikutip dari situs resmi perusahaan, Terra Drone didirikan di Jepang pada tahun 2016 dan kini menjadi pemain global dalam industri UAV.
Terra Drone Indonesia: Dari Aero Geosurvey hingga Jaringan Global
Di Indonesia, perusahaan ini beroperasi melalui nama Terra Drone Indonesia, sebelumnya dikenal sebagai PT Aero Geosurvey Indonesia. Kantor mereka berlokasi di Jakarta dan Bandung.
Perjalanan Terra Drone Indonesia bermula pada 2015 melalui AeroInspect & Drone Van Java di bawah PT Indonesia Technologies Venture.
Setahun berselang, PT Aero Geosurvey Indonesia resmi berdiri dan fokus pada jasa survei udara untuk sektor konstruksi dan pertambangan.
Perkembangan besar terjadi pada 2019 ketika perusahaan mendapat pendanaan dari Terra Drone Corporation Jepang, lalu berganti nama menjadi PT Terra Drone Indonesia.
Perluasan layanan terjadi pada 2020 dengan teknologi seperti Drone GPR, Drone UT, hingga drone surveillance.
Kini, Terra Drone Indonesia menangani berbagai sektor industri termasuk minyak dan gas, konstruksi, pertambangan, utilitas, hingga perkebunan.
Dalam lima tahun terakhir, mereka mencatat pengalaman survei udara lebih dari 600.000 hektar konsesi dan 2.500 kilometer koridor di berbagai sektor. Kantor Jakarta—yang terbakar siang ini—menjadi pusat operasional utama perusahaan.
Operasional Masih Diselidiki
Sampai saat ini penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Tim gabungan masih fokus menyisir lantai gedung dan mencari sisa korban. Semua jenazah yang berhasil dievakuasi telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi.
Susatyo berharap seluruh proses dapat berjalan cepat. “Mohon doanya agar seluruh korban segera ditemukan,” ujarnya.
Editor : Ockta Prana Lagawira