Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Minggu Pagi Semeru Mengamuk: Enam Kali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Capai 1,2 Kilometer

Mizan Ahsani • Minggu, 21 Desember 2025 | 14:48 WIB
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Minggu (21/12) pagi pukul 05.46 WIB.
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Minggu (21/12) pagi pukul 05.46 WIB.

Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berdiri gagah di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat tajam.

Pada Minggu (21/12) pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini kembali erupsi dengan melontarkan kolom abu menjulang tinggi.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa erupsi signifikan terjadi pada pukul 05.46 WIB.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada tanggal 21 Desember 2025 pukul 05.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl)," jelas Liswanto.

Secara visual, kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, condong bergerak ke arah timur laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 12 detik.

Erupsi 6 Kali Sejak Dini Hari

Bukan hanya sekali, berdasarkan data pos pengamatan, Semeru tercatat sangat aktif sejak dini hari. Terhitung sudah enam kali erupsi terjadi antara pukul 00.26 WIB hingga 06.00 WIB.

Tinggi letusan bervariasi, mulai dari 500 meter hingga puncaknya mencapai 1.200 meter di atas puncak Mahameru.

Zona Merah dan Larangan Aktivitas

Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi tegas demi keselamatan warga:

1. Sektor Tenggara (Besuk Kobokan)

Dilarang melakukan aktivitas apapun sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

2. Sempadan Sungai

Di luar jarak 13 km, masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.

3. Radius Puncak

Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena rawan lontaran batu pijar.

Liswanto juga mewanti-wanti potensi bahaya sekunder berupa lahar dingin dan awan panas guguran.

"Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat," pungkasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#erupsi #gunung semeru #hari ini #Minggu #semeru erupsi #PVMBG