Jawa Pos Radar Madiun – Suasana akhir pekan di kawasan Tegalboto terasa berbeda.
Gelak tawa dan suasana hangat mewarnai setiap sudut Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej).
Ratusan alumni dari berbagai angkatan "pulang kampung" untuk menghadiri Reuni Akbar FKIP Unej yang digelar selama dua hari, Sabtu (20/12) dan Minggu (21/12).
Mereka rela menempuh perjalanan jauh dari Samarinda, Jakarta, Semarang, hingga berbagai pelosok Jawa Timur demi satu tujuan: merawat ingatan dan menyambung silaturahmi.
"Saya datang jauh-jauh dari Tuban hanya ingin bertemu idola saya di masa lalu," ujar Subarkah, mantan Kepala SMAN Singgahan Tuban, yang disambut riuh tawa rekan-rekan seangkatannya.
Baca Juga: Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SMA/SMK 2025 via Link Ini, Cek Jadwal Pembagian Sertifikat Fisik
Temu Kangen Dosen Legendaris
Puncak kehangatan terjadi pada malam Gala Dinner di Auditorium Gedung H FKIP, Sabtu malam.
Panitia sukses menghadirkan kejutan dengan mengundang para dosen purna tugas yang berstatus "legendaris" bagi mahasiswa era 80-an hingga 2000-an.
Tampak hadir sosok-sosok guru bangsa.
Di antaranya seperti Prof Sunardi (Pendidikan Matematika), Prof Darmaji (Pendidikan Biologi), Wiwik Eko (Pendidikan Bahasa Inggris), Haitami Sofwan (PLS), hingga Khutobah (PGSD).
Antusiasme alumni tak terbendung. Mereka berebut menyalami, memeluk, dan berswafoto dengan dosen favorit mereka.
"Bu Wiwik masih cantik dan sehat ya," celetuk salah seorang alumnus Pendidikan Bahasa Inggris kagum.
Malam itu, sekat formalitas runtuh. Alumni yang kini sudah menjadi pejabat, pengusaha, hingga politisi, kembali menjadi mahasiswa yang rindu pada dosennya.
Mereka bernyanyi dan berjoget bersama, merayakan kenangan.
Inspirasi dari Alumni Sukses
Sebelum malam keakraban, acara dibuka dengan sesi inspiratif Talk Show "Alumni Menginspirasi" di Gedung Soedjarwo.
Hadir sebagai pembicara Dr Jarwoko (Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Kaltim), Dr Tri Wahyu Liswati (kepala Dinas P3AK Provinsi Jatim), M Nur Purnomosidi (Anggota Komisi X DPR RI).
Acara yang dibuka oleh Rektor Unej Dr Iwan Taruna ini juga diselingi penyerahan simbolis Beasiswa Bakti Alumni kepada 26 mahasiswa aktif.
Napak Tilas ke "Ruang Angker"
Keseruan berlanjut pada Minggu (21/12) pagi. Dosen, tenaga kependidikan, dan alumni berbaur dalam acara jalan sehat dan senam bersama.
Mengambil start di kampus baru, peserta diajak menyusuri jalanan kampus Tegalboto sejauh 1,8 km menuju kampus lama.
Rute ini sengaja dipilih untuk memamerkan suasana kampus yang kini jauh lebih rindang dan teduh dibanding era 90-an.
Sesampainya di kampus lama, suasana haru menyeruak.
Alumni menyusuri lorong-lorong kelas dan melongok ke dalam ruangan yang penuh sejarah. Salah satunya adalah ruangan yang dulu menjadi momok menakutkan.
"Ini ruanganku ujian skripsi dulu," kenang Rosyiful Aqli, alumnus PLS yang kini menetap di Samarinda, sambil menunjuk "ruang angker" penentu kelulusannya tersebut.
Ketua Harian Kauje Komisariat FKIP, Prof. Dr. Sri Astuti, berharap reuni ini meninggalkan kesan mendalam.
"Semoga teman-teman alumni terus merindukan momen kebersamaan seperti ini dan terus berkontribusi bagi almamater," pungkasnya. (*)
Editor : Mizan Ahsani