Jawa Pos Radar Madiun – Proses perceraian antara anggota DPR Atalia Praratya dan Ridwan Kamil (RK) terus menjadi perbincangan hangat.
Di tengah bergulirnya sidang di Pengadilan Agama Bandung, perhatian publik kini tertuju pada sosok "baru" yang disandingkan dengan Atalia.
Pasca keputusan besar Atalia untuk mengakhiri biduk rumah tangga yang telah dibina selama 29 tahun, netizen justru ramai menjodohkannya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Gelombang dukungan "perjodohan" ini bermula saat mencuat foto Atalia bertemu Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam sebuah acara resmi.
Isu kedekatan ini mencuat setelah Atalia dan KDM sama-sama menghadiri acara peresmian rute penerbangan baru dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menuju Semarang.
Dalam foto yang dibagikan Atalia melalui akun media sosialnya, ia terlihat melakukan sesi foto bersama dengan KDM dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Meski hanya momen formal, chemistry keduanya rupanya sukses mencuri perhatian warganet.
Banjir Dukungan Netizen: "Cocok Pisan!"
Melihat momen kebersamaan tersebut, kolom komentar unggahan Atalia langsung dibanjiri reaksi netizen.
Banyak yang menilai Atalia dan KDM serasi dan mendoakan keduanya berjodoh di masa depan.
"Jodohkeun Bu Cinta sareng Kang Dedi (Jodohkan Bu Cinta sama Kang Dedi)," tulis salah satu netizen antusias.
"Cocok Ibu Cinta sama Pak Gubernur @dedimulyadi71," timpal akun lainnya.
Tak sedikit pula warganet yang memberikan dukungan moril agar Atalia segera bangkit dan menatap masa depan dengan bahagia, tanpa terlalu lama menoleh ke belakang.
"Semangat Ibu, lihatlah ke depan di sana akan ada kebahagiaan. Kaca spion hanya untuk sekali-kali menoleh ke belakang," ujar seorang netizen menyemangati.
Hingga kini, proses perceraian Atalia dan Ridwan Kamil masih terus berproses.
Namun, dukungan publik agar "Bu Cinta" kembali menemukan kebahagiaan tampaknya terus mengalir deras.
Terutama di tengah beredarnya rumor perselingkuhan RK dengan Aura Kasih yang turut memperkeruh suasana sidang perceraian Atalia dan sang mantan suami tersebut. (naz)
Editor : Mizan Ahsani