Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

RESMI! Pemerintah Lelang 8 Blok Migas Baru 2025, Dua Berada di Papua dengan Skema Super Fleksibel yang Bikin Investor Melirik

Sukma Maharani Putri • Jumat, 26 Desember 2025 | 23:24 WIB
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan lelang 8 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2025.

Dari jumlah tersebut, dua blok strategis berlokasi di Papua, yakni Blok Akimeugah I dan Akimeugah II, yang digadang-gadang menyimpan potensi besar cadangan migas baru.

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan energi jangka panjang sekaligus menggenjot kegiatan eksplorasi migas di wilayah prospektif Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pemerintah terus membuka peluang investasi demi memastikan pasokan energi nasional tetap aman.

“Pemerintah terus mendorong kegiatan eksplorasi migas agar kebutuhan energi nasional di masa depan tetap terjaga. Indonesia masih memiliki potensi migas yang besar dan menarik untuk dikembangkan,” ujar Laode.

Dari total 8 blok migas yang dilelang, pemerintah membaginya ke dalam dua skema.

Sebanyak 3 blok ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung, sementara 5 blok lainnya dilelang secara reguler.

Skema ini melengkapi target pemerintah yang berencana melelang total 20 blok migas sepanjang 2025.

Tiga blok yang masuk penawaran langsung meliputi Blok Nawasena di Jawa Timur, Blok Mabelo di Sulawesi Tenggara, serta Blok Tapah yang membentang di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

Sementara itu, lima blok yang dilelang secara reguler mencakup Blok Tuah Tanah di Riau dan Sumatera Utara, Blok Arwana III di Laut Natuna, Blok Rangkas di Jawa Barat dan Banten, serta Blok Akimeugah I dan Akimeugah II di Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Tak hanya menawarkan wilayah kerja baru, pemerintah juga menyiapkan paket insentif yang semakin kompetitif untuk menarik minat investor global.

Berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari peningkatan porsi bagi hasil kontraktor, FTP sebesar 10 persen, hingga fleksibilitas pemilihan skema kontrak antara cost recovery dan gross split.

Selain itu, kontraktor juga mendapatkan kepastian harga DMO 100 persen, tidak ada kewajiban relinquishment selama tiga tahun pertama, serta akses data yang lebih mudah melalui Migas Data Repository.

Pemerintah bahkan membuka peluang insentif tambahan jika kontraktor menghadapi tantangan keekonomian dalam pengembangan wilayah kerja.

Untuk jadwal lelang, akses dokumen penawaran langsung dibuka mulai 22 Desember 2025 hingga 3 Februari 2026, dengan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi pada 5 Februari 2026.

Sementara lelang reguler membuka akses dokumen mulai 22 Desember 2025 hingga 17 April 2026, dan penutupan pemasukan dokumen pada 21 April 2026.

Dengan skema yang semakin fleksibel dan ramah investasi, pemerintah berharap lelang blok migas 2025 mampu mendongkrak eksplorasi nasional, menarik modal asing, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi migas terbesar di kawasan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#energi nasional #investasi energi #esdm #blok migas