Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Minyakita dan Telur Tembus HET Jelang Nataru, Dirut Bulog Geram: Pengecer atau Distributor Akan Ditindak Satgas!

Sukma Maharani Putri • Jumat, 26 Desember 2025 | 23:56 WIB
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.

Jawa Pos Radar Madiun - Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani meminta Satgas Pangan bertindak tegas terhadap praktik penjualan Minyakita dan telur ayam ras yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Rizal menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi bagi pelaku yang bermain harga, baik di tingkat pengecer maupun distributor.

"Kalau memang yang nakal para pengecernya, ya... pengecernya diberikan sanksi. Namun, apabila yang nakal itu distributornya, ya... distributornya yang diberikan sanksi," kata Rizal di Jakarta, Rabu (25/12).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil monitoring pangan BULOG di Pasar Rawamangun, Jakarta, yang menemukan Minyakita dijual hingga Rp16.000 per liter.

Harga tersebut melampaui HET resmi pemerintah sebesar Rp15.700 per liter, sebagaimana tertera jelas pada kemasan produk minyak goreng rakyat itu.

Atas temuan tersebut, BULOG langsung menyerahkan Minyakita sebagai barang bukti lapangan kepada Satgas Pangan untuk ditindaklanjuti dan disesuaikan dengan ketentuan harga yang berlaku.

Rizal menilai kondisi tersebut ironis, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen minyak goreng terbesar di dunia.

"Indonesia adalah produsen minyak goreng terbesar sedunia. Jadi tidak ada alasan sebetulnya stok itu terbatas. Seyogyanya stok kita harusnya melimpah," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan serupa sebelumnya ditemukan saat dirinya bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan ke Pasar Wonokromo, Surabaya, pada Senin (23/12).

Saat itu, Minyakita juga terpantau dijual di atas HET.

Meski demikian, Rizal menyebut adanya klaim dari sebagian pengecer yang mengaku kesulitan memperoleh pasokan Minyakita. Kondisi ini akan menjadi fokus pendalaman Satgas Pangan.

"Nah ini kami akan dalami, tadi disampaikan para pengecer katanya mereka kesulitan mendapatkan stok Minyakita. Nanti Satgas Pangan tindaklanjuti kenapa, alasannya, kok sampai kesulitan mendapatkan stok bahan dari Minyakita tersebut," bebernya.

Tak hanya Minyakita, BULOG juga menemukan harga telur ayam ras dijual Rp32.000 per kilogram, lebih tinggi dari ketentuan maksimal pemerintah sebesar Rp30.000 per kilogram.

Temuan tersebut kembali diserahkan kepada Satgas Pangan agar segera dilakukan penyesuaian.

Menurut Rizal, pengawasan ketat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis, terutama di momentum hari besar keagamaan nasional yang rawan gejolak harga.

Monitoring dan operasi pasar dilakukan secara serentak bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Bapanas, guna memastikan pengawasan berjalan efektif dari hulu hingga hilir.

Sinergi lintas lembaga ini juga bertujuan mempercepat respons terhadap setiap pelanggaran harga di lapangan.

BULOG optimistis, melalui langkah konsisten dan penindakan tegas, harga bahan pokok dapat tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalani Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman.

"Supaya kita meringankan beban para masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan Natal dan tahun baru, supaya harga tetap stabil dan tidak melonjak tinggi," tutup Rizal. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#dirut bulog #Nataru #bulog #telur ayam #MinyaKita #minyak goreng rakyat