Jawa Pos Radar Madiun – Menghitung hari menjelang pergantian tahun, pemerintah terus memacu proses pencairan hak para tenaga pendidik.
Pemerintah memastikan bahwa penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) 100 persen serta THR TPG akan tuntas pada penghujung Desember 2025 ini.
Kepastian ini didukung oleh alokasi anggaran fantastis.
Melalui beleid terbaru, pemerintah telah menggelontorkan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 7.666.857.066.000 (Rp 7,6 Triliun).
Dana jumbo tersebut disiapkan khusus untuk membayar tunjangan guru bersertifikat (Serdik) yang berstatus PNS dan ASN di daerah sebelum tutup buku anggaran.
Cair Bertahap hingga 31 Desember
Hingga hari ini (26/12), progres pencairan di lapangan terus bergerak.
Tercatat sebanyak 333 pemerintah daerah telah menyatakan kesiapannya, bahkan sebagian sudah mulai mentransfer dana sejak 23 Desember lalu.
"Penyaluran TPG dan THR TPG dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan administrasi masing-masing pemerintah daerah. Namun, targetnya tetap rampung hingga 31 Desember 2025," tulis keterangan resmi pemerintah.
Perbedaan waktu cair antar-daerah ini murni disebabkan oleh proses verifikasi data dan kelengkapan administrasi lokal.
Daerah yang responsif dalam konfirmasi data dipastikan menjadi prioritas penyaluran.
Wajib Bayar, Bukan Opsional
Landasan hukum pencairan ini sangat kuat, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 tentang pemberian tunjangan dan THR aparatur negara, serta diperkuat Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tanggal 22 Desember 2025.
Regulasi ini menegaskan bahwa pembayaran TPG 100 persen ini sifatnya wajib, bukan opsional. Pemerintah Daerah dilarang menahan hak guru jika dana dari pusat sudah turun.
Kabar baik lainnya, mekanisme pembayaran dibuat sesederhana mungkin.
Guru yang telah memenuhi syarat yakni memiliki Serdik aktif dan data tervalidasi tidak perlu repot melakukan pengajuan ulang.
Dana akan langsung ditransfer ke rekening gaji masing-masing guru.
Pemerintah menjamin seluruh guru yang memenuhi kriteria akan menerima hak penuh mereka sebelum lonceng tahun baru 2026 berbunyi. (naz)
Editor : Mizan Ahsani