Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pemulihan Pascabencana Dipercepat, BRI dan Danantara Bangun Ribuan Huntara di Aceh

Hengky Ristanto • Jumat, 2 Januari 2026 | 09:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi pembangunan huntara pascabencana di Aceh Tamiang, kemarin (1/1).
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi pembangunan huntara pascabencana di Aceh Tamiang, kemarin (1/1).

ACEH TAMIANG – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmen dalam percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra.

Di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan payung program BUMN Peduli, BRI mendukung pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dukungan BRI bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) difokuskan pada pembiayaan serta pemenuhan kebutuhan logistik.

Huntara disiapkan sebagai hunian sementara yang layak dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana, sembari menunggu pembangunan hunian permanen.

Pembangunan Huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan menunjukkan percepatan signifikan.

Sebanyak 600 unit ditargetkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.

Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan hingga mencapai 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan.

Seluruh unit Huntara dibangun sesuai standar hunian darurat.

Fasilitasnya meliputi struktur aman, akses air bersih, sanitasi, listrik, layanan kesehatan, hingga sarana pendukung seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik gratis.

Saat meninjau Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara harus bergerak cepat meringankan penderitaan rakyat.

“Danantara Indonesia membuktikan kita bisa membangun 600 hunian dengan cepat. Semua pihak bekerja dengan gemilang,” ujar Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN di lapangan.

“Target pembangunan Huntara sudah jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak,” jelasnya.

Rosan menambahkan, Huntara menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama.

Pembangunan tahap awal Huntara melibatkan kolaborasi sejumlah BUMN. PT Perkebunan Nusantara III menyediakan lahan, sementara tujuh BUMN Karya mengerjakan konstruksi dengan sistem modular dan percepatan.

Koordinasi lapangan dipimpin PT Hutama Karya, bersama Waskita Karya, Brantas Abipraya, PP, Wijaya Karya, Adhi Karya, dan Nindya Karya.

Dukungan infrastruktur dasar diperkuat PLN untuk pasokan listrik dan Telkom Indonesia untuk konektivitas komunikasi.

Di sisi pembiayaan dan logistik, Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI mengerahkan sumber daya untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menyoroti disiplin eksekusi BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat.

“Ini contoh konkret peran strategis BUMN, tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa keterlibatan BRI merupakan komitmen nyata mendukung pemulihan pascabencana.

“Huntara berfungsi sebagai hunian transisi yang aman dan layak. Kami berharap kontribusi ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sambil menunggu hunian permanen,” jelasnya.

Sebelumnya, BRI Group telah melaksanakan 40 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatra, menjangkau 100.250 jiwa penerima manfaat.

Bantuan meliputi paket makanan, sembako, survival kit, huntara, tenda, kasur, air bersih, obat-obatan, hingga layanan kesehatan dan trauma healing bagi anak-anak. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#Presiden Prabowo #BUMN Peduli #bantuan #hunian sementara #pemulihan pascabencana #huntara Aceh #aceh tamiang #Danantara Indonesia #bri