Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pandji Pragiwaksono Disindir Balik Dedi Mulyadi dan Tompi, Imbas Ledekan Mata Gibran dan Gubernur Konten

Mizan Ahsani • Jumat, 9 Januari 2026 | 05:31 WIB
Komika Pandji Pragiwaksono
Komika Pandji Pragiwaksono

Jawa Pos Radar Madiun - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih jalur tenang menanggapi kritik dari komika Pandji Pragiwaksono yang menyebut dirinya sebagai “artis YouTube” dan “gubernur konten”.

Alih-alih membalas dengan nada defensif, Dedi justru memuji gaya kritik Pandji yang menurutnya tajam sekaligus menghibur.

Ia menilai kritik tersebut wajar muncul dalam ruang demokrasi, terutama terhadap pejabat publik.

“Bang Pandji terima kasih ya, Saya penggemar anda loh. Anda ini keren, setiap pernyataan-pernyataannya itu menggelitik, korektif, dan edukatif. Termasuk nih orang Jawa Barat tuh milih pemimpin selalu yang keartisan,” kata Dedi Mulyadi.

Tantangan Terbuka: Jangan Nilai dari Konten Saja

Meski menerima kritik dengan lapang dada, Dedi merasa penilaian terhadap kepemimpinannya tidak cukup jika hanya berbasis konten digital.

Ia pun melontarkan tantangan langsung kepada Pandji untuk turun ke lapangan dan menyaksikan kondisi Jawa Barat secara nyata.

“Nah sedangkan saya sendiri yang dianggap gubernur yang youtuber, saya gak boleh menguji diri saya. Baik apa enggak saya memimpin. Nah gini aja, Kang Panji datang ke Jabar, keliling, lewatin tuh jalan-jalan provinsi ya,” ujar Dedi.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kepemimpinan seharusnya tercermin dari kondisi infrastruktur, pelayanan publik, dan dampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar narasi di media sosial.

“Kemudian keliling ke daerah-daerah di berbagai daerah di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Saya ngebangunnya benar apa enggak? Apakah saya ini hanya gubernur konten atau kenyataan gubernur? Ya kita sama-sama lihat bagaimana hasil di lapangan,” tambahnya.

 

“Karena ini negara demokrasi, setiap orang dapat menyampaikan pernyataan, pikiran dan gagasan termasuk koreksi secara terbuka. Apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka. Keren,” jelas Dedi.

Pandji Juga Dikritik dr Tompi

Di sisi lain, Pandji Pragiwaksono turut menjadi sorotan setelah materi roasting-nya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai kritik dari dokter sekaligus musisi Tompi.

Tompi menilai menertawakan kondisi fisik seseorang tidak bisa dibenarkan dalam konteks kritik publik.

“Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas,” ujar Tompi.

Ia menjelaskan bahwa kondisi mata yang tampak mengantuk bisa berkaitan dengan faktor medis seperti ptosis, dan tidak layak dijadikan bahan lelucon.

“Dan sama sekali bukan bahan lelucon. Kritik boleh, sindiran boleh, humor pun sah, namun menegaskan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” tegasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#mens rea #pandji pragiwaksono #dedi mulyadi #Gubernur Konten #jawa barat #tompi #stand up comedy #gibran #wapres