JAKARTA - Memasuki tahapan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), sebagian calon mahasiswa mengalami kendala teknis saat membuat akun.
Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah notifikasi “data tidak ditemukan”, terutama ketika waktu pendaftaran kian mendekati batas akhir. Kendala ini kerap menimbulkan kepanikan.
Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat siswa gagal mengikuti seleksi. Dalam banyak kasus, masalah berkaitan dengan sinkronisasi data siswa di sistem pusat, baik pada Dapodik maupun basis data SNPMB.
Gap Year Jadi Penyebab Paling Umum
Mengacu pada keterangan resmi Halo SNPMB Kemdikbud, penyebab dominan data tidak terbaca dalam sistem adalah status gap year.
Siswa yang telah lulus pada tahun sebelumnya sering kali belum langsung terimpor ke server SNPMB pada fase awal pendaftaran.
Pada tahap awal, portal SNPMB umumnya memprioritaskan data siswa kelas akhir tahun berjalan.
Akibatnya, data alumni atau lulusan tahun sebelumnya belum terbaca sistem, terlebih jika terdapat perbedaan data antara Dapodik dan informasi yang dimasukkan saat registrasi.
Kondisi ini menyebabkan sistem gagal mencocokkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dengan identitas pribadi lainnya, sehingga proses pembuatan akun tidak dapat dilanjutkan.
Langkah Awal Saat Data Tidak Ditemukan
Ketika notifikasi data tidak ditemukan muncul, siswa disarankan tetap tenang dan melakukan pengecekan secara bertahap.
Langkah awal yang paling penting adalah memastikan status NISN masih aktif dan valid.
Cek Keabsahan NISN
Pengecekan NISN dapat dilakukan melalui laman resmi Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud di nisn.data.kemdikbud.go.id
Pada laman tersebut tersedia dua metode pencarian, yaitu berdasarkan NISN atau berdasarkan nama lengkap.
Data yang dibutuhkan meliputi nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta nama ibu kandung.
Hasil pencarian akan menampilkan identitas siswa, sekolah asal, hingga status keaktifan NISN.
Jika ditemukan ketidaksesuaian data, seperti perbedaan nama atau tanggal lahir, perbaikan perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendaftaran akun SNPMB.
Verval Lulusan untuk Alumni dan Gap Year
Bagi siswa gap year atau alumni yang mengalami kendala, verifikasi lanjutan dapat dilakukan melalui laman pd.data.kemdikbud.go.id/verval-lulusan/.
Layanan ini disediakan khusus bagi lulusan SMA/SMK/MA sederajat untuk memperbarui data secara mandiri.
Pada tahap ini, siswa wajib mengisi identitas lengkap, mulai dari NISN, NIK, data pribadi, hingga riwayat sekolah jenjang SMP dan SMA.
Seluruh data harus sesuai dengan dokumen resmi seperti ijazah dan Kartu Keluarga.
Setelah pengajuan dikirim, proses verifikasi memerlukan waktu tertentu. Status pengajuan dapat dipantau menggunakan alamat email aktif yang didaftarkan.
Jika verifikasi disetujui, siswa dapat kembali mencoba registrasi akun SNPMB.
Peran Penting Operator Sekolah
Apabila kendala masih terjadi setelah pengecekan NISN dan verifikasi lulusan, siswa disarankan segera menghubungi operator sekolah.
Operator memiliki akses ke sistem Dapodik dan aplikasi VervalPD untuk melakukan perbaikan data secara teknis.
Operator sekolah dapat membantu memastikan kesesuaian NISN, nama, dan tanggal lahir, sekaligus melakukan sinkronisasi ulang ke server pusat.
Dalam kondisi tertentu, operator juga menjadi penghubung antara sekolah dan tim SNPMB atau Pusdatin jika muncul kendala sistemik.
Bagi siswa gap year, komunikasi aktif dengan sekolah asal menjadi langkah krusial agar data segera diperbarui dan proses pendaftaran SNPMB dapat dilanjutkan tanpa hambatan.
Editor : Ockta Prana Lagawira