Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah memastikan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali dibuka pada tahun 2026.
Kabar baiknya, fokus utama rekrutmen kali ini adalah para lulusan baru atau fresh graduate.
Namun, ada perombakan besar dalam mekanisme ujian.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) merencanakan sistem seleksi tidak lagi digelar serentak secara nasional, melainkan lebih fleksibel.
Tes Kapan Saja dan Hemat Anggaran
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Sulaiman, mengungkapkan skema baru ini mirip dengan sistem sertifikasi TOEFL.
Peserta diberikan kebebasan untuk mengikuti ujian kapan saja dalam periode tertentu sesuai kesiapan masing-masing.
Perubahan ini diambil demi efisiensi.
Zudan menyebut biaya seleksi serentak sebelumnya menelan anggaran fantastis hingga Rp 1,1 Triliun untuk 6,6 juta peserta.
Keuntungan bagi pelamar:
-
Waktu Fleksibel: Tidak harus menunggu jadwal massal.
-
Nilai Awet: Hasil ujian dikabarkan akan berlaku hingga dua tahun. Jadi, jika gagal di satu formasi, nilai tersebut bisa dipakai lagi tahun depan tanpa tes ulang dari nol.
Karpet Merah untuk Lulusan Baru
Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, menegaskan kebijakan ini bertujuan mendorong regenerasi birokrasi.
Saat ini, pihaknya tengah menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sembari merampungkan analisis kebutuhan pegawai 5 tahun ke depan.
"Ke depannya saya berharap bisa fokus kepada para fresh graduate untuk bisa ikut serta menjadi bagian daripada birokrasi," ujar Rini.
Baca Juga: ONIC Jaga Asa Knockout M7 World Championship, Berikut Rekap Hasil Swiss Stage Day 6
Bocoran Instansi Gaji Tinggi tapi Sepi Peminat
Bagi Anda yang mengincar peluang lolos lebih besar, strategi memilih instansi sangat penting.
Berdasarkan data seleksi sebelumnya, berikut daftar instansi yang sepi peminat namun menawarkan gaji tembus dua digit:
-
Setjen Komnas HAM (38 Formasi) - Estimasi Gaji: Rp 12,5 Juta.
-
Kemenpan RB (61 Formasi) - Estimasi Gaji: Rp 12,29 Juta.
-
BRIN / Peneliti Ahli Muda (500 Formasi) - Estimasi Gaji: Rp 11 Juta.
-
BPIP (53 Formasi) - Estimasi Gaji: Rp 9,93 Juta.
-
Kemenko Polhukam (86 Formasi) - Estimasi Gaji: Rp 9 Juta.
Secara umum, syarat pendaftaran masih sama. WNI berusia 18-35 tahun (maksimal 40 tahun untuk Dokter/Dosen), pendidikan minimal D3/S1/S2 sesuai formasi, serta sehat jasmani dan rohani. (naz)
Editor : Mizan Ahsani