Jawa Pos Radar Madiun - Kabar hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT pada Sabtu (17/1) menghebohkan publik.
Insiden terjadi saat pesawat melakukan pendekatan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, pesawat sempat diarahkan menuju Runway 21.
Namun, radar menunjukkan posisi pesawat tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan instruksi koreksi arah.
Setelah instruksi terakhir tersebut, komunikasi dengan pesawat terputus.
Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) kemudian mendeklarasikan fase darurat DETRESFA.
Area pencarian difokuskan di kawasan pegunungan karst Maros.
Pesawat charter itu dipiloti oleh Andy Dahananto, pilot senior yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport.
Lulusan Juanda Flying School
Andy Dahananto merupakan lulusan Juanda Flying School pada 1987.
Setahun setelah lulus, ia langsung bergabung dengan Indonesia Air Transport sebagai pilot pesawat sayap tetap (fixed wing) pada 1988.
Sejak awal kariernya, Andy terlibat dalam penerbangan charter non-reguler, segmen utama IAT yang melayani kebutuhan sektor minyak, gas, dan pertambangan di berbagai wilayah Indonesia.
Pengalaman panjang tersebut membentuk reputasinya sebagai pilot yang terbiasa menghadapi medan berat, bandara terbatas, serta kondisi cuaca menantang, khususnya di kawasan Indonesia timur.
Baca Juga: Pesan Carrick Usai MU Tekuk City di Derby Manchester, Singgung Masalah Konsistensi Pemain
Jam Terbang di Medan Sulit
Kapten Andy dikenal memiliki pengalaman terbang di wilayah-wilayah dengan karakter geografis ekstrem.
Salah satunya adalah kawasan Sorowako, Sulawesi Selatan, area industri pertambangan nikel yang menuntut ketelitian tinggi, terutama saat fase pendekatan dan pendaratan.
Pengalaman di daerah terpencil dan tambang menjadi bagian penting dari rekam jejak profesional Andy sebagai pilot charter senior.
Operasi di wilayah tersebut menuntut kemampuan navigasi presisi, manajemen risiko cuaca, serta pengambilan keputusan cepat.
Direktur Operasi Indonesia Air Transport
Selain aktif menerbangkan pesawat, Andy Dahananto juga mengemban peran manajerial sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport.
Jabatan tersebut diembannya berdasarkan Akta Keputusan Rapat Nomor 14 tertanggal 19 Juni 2019.
Dalam kapasitas itu, Andy bertanggung jawab atas standar operasional penerbangan, keselamatan (safety), pelatihan awak pesawat, serta kepatuhan maskapai terhadap regulasi penerbangan sipil nasional dan internasional.
Memiliki pengalaman terbang lebih dari tiga dekade, latar belakang pendidikan penerbangan formal, serta posisi strategis di manajemen maskapai, Kapten Andy Dahananto dikenal sebagai salah satu figur senior di dunia penerbangan charter Indonesia.
Profil dan rekam jejaknya kini menjadi perhatian publik seiring upaya pencarian pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang hilang kontak di wilayah Maros. (naz)
Editor : Mizan Ahsani