Jawa Pos Radar Madiun – Tidak semua pelamar CPNS ingin bekerja di Jakarta atau kementerian pusat.
Bagi Anda yang mengincar kursi ASN di pemerintah daerah (Pemda), strategi "mencari kolam yang sepi" juga sangat berlaku untuk seleksi CPNS 2026 mendatang.
Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkap ketimpangan yang nyata.
Jika DKI Jakarta diserbu 36.963 pelamar dan Jawa Timur diminati 26.856 orang, ada daerah-daerah lain yang justru "kekurangan" pelamar.
Bagi calon pelamar yang fleksibel soal domisili atau memang putra daerah setempat, ini adalah karpet merah menuju status ASN.
Baca Juga: Mau Jadi PNS? Kampus Ini Juaranya! Cetak 9.436 Lulusan CPNS, Kalahkan UGM dan UPI
Rasio 1 Banding 2: Persaingan Sangat Longgar
Contoh paling ekstrem terjadi di Kota Gorontalo. Dengan alokasi 5 formasi, pelamarnya tercatat hanya 13 orang.
Artinya, rasio persaingan hanya sekitar 1 banding 2,5. Bandingkan dengan daerah populer yang rasionya bisa 1 banding ratusan.
Begitu juga di Kabupaten Purworejo dan Bangli, di mana jumlah pelamar hanya puluhan orang, membuat persaingan menjadi jauh lebih ringan dan manusiawi.
Baca Juga: Talud Sarangan Longsor, Pemkab Magetan Turunkan Ketinggian Air Telaga
Top 10 Daerah dengan Pelamar Paling Sedikit
Berikut adalah daftar pemerintah daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) yang tercatat paling sepi peminat pada seleksi sebelumnya. Data ini bisa jadi acuan untuk membidik formasi di CPNS 2026:
-
Kota Gorontalo: 5 Formasi, 13 Pelamar.
-
Kabupaten Bangli: 9 Formasi, 18 Pelamar.
-
Kabupaten Purworejo: 17 Formasi, 35 Pelamar.
-
Kota Tanjungpinang: 15 Formasi, 45 Pelamar.
-
Kabupaten Bondowoso: 27 Formasi, 56 Pelamar.
-
Kota Tidore Kepulauan: 51 Formasi, 58 Pelamar.
-
Kabupaten Pohuwato: 41 Formasi, 77 Pelamar.
-
Provinsi Sulawesi Barat: 23 Formasi, 124 Pelamar.
-
Kabupaten Seram Bagian Barat: 10 Formasi, 151 Pelamar.
-
Provinsi Sulawesi Selatan: 6 Formasi, 156 Pelamar.
Jika tujuan utama Anda adalah mengamankan Nomor Induk Pegawai (NIP) di tahun 2026, mendaftar di daerah-daerah ini bisa menjadi keputusan strategis yang cerdas. (naz)
Editor : Mizan Ahsani