Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenal Sesar Opak Pemicu Gempa Bantul M 4,5 Siang Ini, Getaran Terasa Hingga Solo dan Magelang! BMKG Catat 14 Kali Gempa Susulan

Ockta Prana Lagawira • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:50 WIB
Gempa Bantul M 4,5 terjadi Selasa siang, dipicu Sesar Opak. Getaran dirasakan luas, BMKG pastikan tak berpotensi tsunami.
Gempa Bantul M 4,5 terjadi Selasa siang, dipicu Sesar Opak. Getaran dirasakan luas, BMKG pastikan tak berpotensi tsunami.

BANTUL - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya pada Selasa (27/1/2026) siang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa tektonik dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Opak.

BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 13.15.32 WIB. Berdasarkan analisis terbaru, parameter gempa diperbarui menjadi magnitudo 4,5 dengan pusat gempa berada di darat sekitar 16 kilometer arah timur Bantul pada kedalaman 11 kilometer.

“Hari Selasa, 27 Januari 2026 pukul 13:15:32 WIB wilayah BANTUL dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik,” kata Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi, Selasa (27/1/2026).

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4.5,” tambahnya.

Getaran Terasa Luas di DIY dan Jawa Tengah

Ardhianto menjelaskan, ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa Bantul tergolong gempa dangkal yang berkaitan langsung dengan aktivitas Sesar Opak.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ujarnya.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Intensitas III MMI dirasakan di Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten. Getaran pada skala ini dirasakan seperti truk bermuatan melintas.

Sementara itu, wilayah Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang merasakan getaran dengan intensitas II MMI.

“Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” jelas Ardhianto.
Hingga laporan ini disusun, BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Berdasarkan hasil pemodelan, gempa Bantul juga dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG Catat Gempa Susulan

BMKG turut mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah gempa utama. Hingga pukul 13.45 WIB, terdeteksi 14 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 2,0.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi untuk menghindari hoaks atau kabar keliru.

Mengenal Sesar Opak, Sumber Gempa Utama DIY

Sesar Opak merupakan jalur patahan aktif di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang membentang mengikuti aliran Sungai Opak dengan panjang sekitar 45 kilometer.

Sungai Opak berhulu dari lereng Gunung Merapi, mengalir ke selatan, dan bermuara di Samudra Hindia kawasan Pantai Parangtritis, Bantul.

Keberadaan sesar ini menjadikannya salah satu sumber gempa utama di DIY. Sesar Opak tercatat sebagai pemicu Gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 berkekuatan magnitudo 5,9 yang menewaskan lebih dari 6.000 orang.

Salah satu segmen yang kerap diteliti adalah Sesar Opak Bukit Mengger (SOBM) di Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul.

Berdasarkan kajian Geopark Jogja, struktur geologi kawasan Opak didominasi sesar geser dan sesar normal.

Sesar normal Sungai Opak membentang hampir 40 kilometer dari pesisir selatan Jawa hingga ke arah Prambanan, Klaten.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#gempa hari ini #gempa DIY #gempa Yogyakarta #Sesar Opak #gempa Bantul #bmkg #gempa tektonik dangkal