Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kesehatan warganya mendapat apresiasi tinggi di tingkat nasional.
Sebanyak 31 Pemerintah Provinsi serta 397 Pemerintah Kabupaten dan Kota menerima penghargaan bergengsi dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026, Selasa (27/1).
Penghargaan ini diberikan langsung oleh BPJS Kesehatan sebagai bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang sukses memberikan perlindungan kesehatan optimal melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca Juga: Hasil AFC Futsal Asian Cup 2026: Kartu Merah Jadi Titik Balik, Irak Menang 4-2 atas Kirgizstan
Lampaui Target RPJMN, 282 Juta Jiwa Terlindungi
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengungkapkan data impresif terkait kepesertaan JKN. Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta telah mencapai angka 282,7 juta jiwa.
“Angka ini setara dengan lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029,” tegas Ghufron dalam sambutannya.
Menurut Ghufron, keberhasilan ini tak lepas dari peran vital kepala daerah.
Dukungan kebijakan dan penganggaran dari pemerintah daerah (Pemda) menjadi kunci untuk memastikan warganya terdaftar dan aktif dalam program JKN.
Baca Juga: Tampil Manis Serba Pink, Fillzard Amelia Ajak Kurangi Main HP demi Ridho Ilahi
Dampak UHC: Warga Lebih Sehat, Ekonomi Terjaga
Pencapaian UHC bukan sekadar angka statistik. Ghufron memaparkan hasil penelitian LPEM FEB UI tahun 2025 yang menunjukkan korelasi positif antara daerah berstatus UHC dengan kesejahteraan warganya.
Daerah yang mencapai UHC terbukti memiliki:
-
Tingkat kesakitan yang lebih rendah.
-
Akses pelayanan kesehatan yang lebih baik.
-
Penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga secara signifikan.
Tingginya aksesibilitas ini juga tercermin dari data kunjungan pasien.
“Saat ini, rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan telah mencapai dua juta kunjungan per hari. Ini mencerminkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” tambah Ghufron.
Baca Juga: Hasil Indonesia vs Korea Selatan Piala Asia Fustal 2026: Garuda Unggul 2-0 di Babak Pertama
Inovasi Digital: Antrean Online hingga i-Care JKN
Untuk mengimbangi lonjakan peserta, BPJS Kesehatan terus memperkuat ekosistem digital.
Ghufron menjelaskan berbagai kanal layanan non-tatap muka yang kini menjadi andalan, seperti Aplikasi Mobile JKN, layanan via WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta Care Center 165.
Fitur-fitur canggih juga diperkenalkan untuk efisiensi medis.
“Ada fitur i-Care JKN, yang memungkinkan dokter melihat riwayat pelayanan peserta dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Ini memudahkan tenaga medis memberikan diagnosa cepat dan tepat,” jelasnya.
Baca Juga: Suzuki Across 2026 Resmi Meluncur: Tinggalkan Basis Toyota RAV4, Pakai Rangka Fronx
Pesan Cak Imin: Jangan Ada Warga Jatuh Miskin karena Sakit
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang turut hadir menegaskan bahwa JKN adalah benteng pertahanan ekonomi rakyat.
“Kehadiran Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit. Ini adalah ikhtiar negara agar seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan,” ujar Cak Imin.
Pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan bisa menyentuh angka 99 persen pada tahun 2029. Cak Imin pun memberikan peringatan tegas kepada kepala daerah agar tidak kendor.
“Tidak boleh ada pemerintah daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru menurun. Selain perluasan cakupan, pemerintah daerah harus mendorong peningkatan kualitas layanan agar manfaat JKN dirasakan optimal,” tegasnya.
Adapun UHC Awards 2026 diberikan dalam tiga kategori, yakni Utama, Madya, dan Pratama, yang diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mempercepat pemerataan jaminan kesehatan. (afi/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani