Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan Asta Cita Ekonomi Desa

Mizan Ahsani • Kamis, 29 Januari 2026 | 13:49 WIB

Program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI telah menjangkau 5.245 desa di Indonesia.
Program Desa BRILiaN yang diinisiasi BRI telah menjangkau 5.245 desa di Indonesia.

Jawa Pos Radar Madiun - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semakin mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Hingga penutupan tahun 2025, bank pelat merah ini mencatatkan pencapaian impresif melalui program unggulannya, Desa BRILiaN, yang kini telah menjangkau 5.000 desa di seluruh Indonesia.

Langkah strategis ini bukan sekadar program Corporate Social Responsibility (CSR) biasa, melainkan wujud nyata dukungan BRI terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Khususnya poin ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi.

Baca Juga: Kemendes Wajibkan Publikasi Dana Desa 2026 di Media, Begini Arahan Mendes terkait Pengelolaan DD

Fokus 4 Pilar Pemberdayaan Desa

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada 2020, Desa BRILiaN dirancang untuk mencetak desa yang mandiri dan berdaya saing.

Pengembangan desa ini mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan empat pilar utama:

  1. Pemberdayaan BUMDesa/Koperasi: Menguatkan peran lembaga ekonomi desa sebagai sentra bisnis.

  2. Digitalisasi: Membawa teknologi ke pelosok untuk efisiensi transaksi dan pemasaran (inklusivitas keuangan).

  3. Sustainability: Pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

  4. Inovasi: Mendorong kreativitas warga dalam memecahkan masalah ekonomi lokal.

"Program Desa BRILiaN menjadi instrumen strategis BRI. Kami mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara mandiri. Ini sejalan dengan strategi pengentasan kemiskinan pemerintah melalui pembangunan dari akar rumput," ujar Akhmad.

Baca Juga: Terus Geledah OPD di Kota Madiun, Jubir KPK: Penyidik Sita Uang Tunai selain Dokumen dan Barang Elektronik

Ekosistem Digital: 14,98 Juta UMKM 'Naik Kelas'

Tak hanya fokus pada level desa secara administratif, BRI juga membangun ekosistem pendukung yang masif.

Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah.

Klaster ini menjadi wadah kolaborasi antar pelaku usaha sejenis untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Di sisi teknologi, platform LinkUMKM milik BRI telah menjadi game changer. Tercatat sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini.

"LinkUMKM menghubungkan pelaku usaha kecil dengan pasar yang lebih luas, mitra strategis, hingga akses layanan keuangan. Ini adalah cara kami mempercepat proses UMKM naik kelas," tambah Akhmad.

Komitmen BRI juga terlihat dari aspek edukasi.

Melalui 54 Rumah BUMN, BRI telah menyelenggarakan 18.218 pelatihan yang mencakup literasi keuangan hingga adopsi teknologi digital.

Akhmad menegaskan, penguatan desa adalah kunci ekonomi nasional yang berkelanjutan.

"BRI berkomitmen menjadi jembatan antara desa dan ekonomi modern. Masyarakat desa tidak boleh hanya jadi penonton atau penerima manfaat, tapi harus jadi pelaku utama pembangunan," pungkasnya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#digitalisasi #LinkUMKM #Desa BRILiaN #wisata #ekonomi desa #bumdes #bbri #desa #bri