Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sepak Terjang Ki Mulyono yang Kena OTT KPK: Siang Kepala Kantor Pajak, Malam Dalang Wayang

Grendy Damara • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:20 WIB

Ki Mulyono Purwo Wijoyo, dalang sekaligus Kepala KPP Madya Banjarmasin. Ia terjerat OTT KPK atas kasus restitusi pajak.
Ki Mulyono Purwo Wijoyo, dalang sekaligus Kepala KPP Madya Banjarmasin. Ia terjerat OTT KPK atas kasus restitusi pajak.

Jawa Pos Radar Madiun – Dunia seni tradisi dan birokrasi perpajakan tersentak oleh kabar mengejutkan dari Banjarmasin.

Sosok Ki Mulyono Purwo Wijoyo yang dikenal luas sebagai dalang kondang nan santun di media sosial, kini harus menanggalkan blangkon kebesarannya dan mengenakan rompi oranye tahanan.

Dalang kondang asal Klaten ini terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (4/2).

Penangkapan ini membuka tabir "dua wajah" kehidupan sang dalang. Sebagai seniman pemuja moral dan pejabat pemegang stempel pajak.

Berikut adalah sepak terjang Ki Mulyono, dari panggung wayang hingga jatuh ke lubang rasuah.

Baca Juga: Alasan di Balik BPJS PBI Nonaktif Massal per Februari 2026, Kemensos Berikan Penjelasan

Kronologi: Lakon Tragis di KPP Madya Banjarmasin

Operasi senyap KPK pada 4 Februari 2026 menjadi akhir dari karier gemilang Ki Mulyono. Ia diamankan saat masih menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin.

Dalam operasi tersebut, penyidik KPK mengamankan tiga orang, yang terdiri dari Dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) pajak (termasuk Ki Mulyono) dan satu orang pihak swasta.

Barang bukti awal yang disita pun cukup fantastis, yakni uang tunai lebih dari Rp 1 miliar.

Angka ini diduga merupakan suap terkait pengurusan pajak yang menjadi kewenangannya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Jengah Anak Buahnya Kena OTT Berjamaah, Awal 2026 Sudah Tiga Kali Digarap KPK

Profil Mentereng: Lulusan UI dan Pejabat Berprestasi

Di balik sosoknya yang nyeni, Ki Mulyono alias Purwo Wijoyo memiliki latar belakang akademis dan karier birokrasi yang tidak main-main.

Pendidikan:

Ia merupakan jebolan kampus kedinasan bergengsi PKN STAN dan melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI).

Karier:

Kariernya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terbilang moncer.

Sebelum memimpin KPP Madya Banjarmasin (Eselon III A) sejak Juni 2025, ia pernah menjabat sebagai Kepala KPP Pratama Tanjung.

Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu di Magetan Tak Semua Sesuai UMK, Ada yang Cuma Rp 1,5 Juta

 

Ironi Sang Dalang: Mengajarkan Moral, Melanggar Etika

Kasus Ki Mulyono menjadi pukulan telak simbolik bagi dunia kebudayaan. Di ruang publik dan media sosial, ia dikenal sebagai sosok yang ramah, komunikatif, dan membumi.

Ia kerap membagikan momen mendalang dengan iringan pesinden, hingga menyanyikan tembang Jawa yang syarat makna.

Dalam filosofi Jawa, dalang bukan sekadar penggerak boneka kulit.

Dalang adalah "Guru Masyarakat" yang mengajarkan nilai-nilai luhur, kejujuran, dan perlawanan terhadap angkara murka (keserakahan) melalui kisah Mahabarata atau Ramayana.

Kini, panggung pertunjukan Ki Mulyono telah berubah.

Tidak ada lagi gamelan atau tepuk tangan penonton. Lakon hidupnya kini berpindah ke ruang penyidikan Gedung Merah Putih KPK.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa popularitas, bakat seni, dan jabatan tinggi tidak menjadikan seseorang kebal hukum.

Dunia pedalangan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran terakhir, agar marwah seni tradisi tidak lagi tercoreng oleh perilaku oknum yang gagal menghayati lakon hidupnya sendiri. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#stan #kantor pajak #KPP Madya Banjarmasin #dalang korupsi #media sosial #klaten #kasus korupsi #Mulyono Purwo Wijoyo #pejabat pajak #wayang #Universitas Indonesia #profil #mulyono