Jawa Pos Radar Madiun – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, pada Jumat (6/2) pukul 01.06 dini hari, meninggalkan duka dan kerusakan.
Guncangan lindu yang berpusat di laut dangkal (89 km tenggara Pacitan) itu tidak hanya merenggut nyawa di wilayah episentrum.
Gempa Pacitan juga menyebabkan belasan korban luka serius hingga kerusakan bangunan di wilayah tetangga, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Baca Juga: Gempa Pacitan: 8 Bangunan Rusak, Bupati Mas Aji Turun Langsung
Tragis, Warga Pacitan Meninggal Saat Menyelamatkan Diri
Dampak paling fatal terjadi di Kecamatan Ngadirojo, Pacitan. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat insiden saat kepanikan gempa terjadi.
Camat Ngadirojo, M Taufik Effendi, mengonfirmasi korban bernama Joko Santoso (53), warga Dusun Krajan Kidul, Desa Tanjungpuro.
"Korban terjatuh saat berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri," ungkap Taufik, Jumat pagi.
Benturan keras membuat korban tidak sadarkan diri di lokasi.
Warga dan keluarga segera melarikannya ke UGD Puskesmas Ngadirojo. Namun, takdir berkata lain.
"Korban dibawa ke UGD dalam kondisi tidak sadar, keluar darah dari mulut, serta pupil mata sudah melebar," imbuhnya.
Selain korban jiwa, data sementara menyebutkan sedikitnya delapan rumah warga di Pacitan mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Baca Juga: Gempa M 6,4 Pacitan Telan Korban Jiwa, Warga Ngadirojo Meninggal Saat Selamatkan Diri
Dampak Gempa Pacitan di Bantul
Guncangan gempa Pacitan ternyata merambat kuat hingga ke Bantul, DIY. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat jumlah korban luka terus bertambah.
Hingga pukul 09.30 WIB, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, melaporkan total 15 korban luka. Beberapa di antaranya mengalami cedera serius.
"Ada sebagian yang melakukan rawat jalan, tetapi ada korban yang karena patah tulang masih diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit," jelas Mujahid.
Para korban luka saat ini tersebar dan dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain:
RSUD Panembahan Senopati
RS Saras Adyatma
RS Santa Elisabeth
RS PKU Muhammadiyah
RS Permata Husada
RSUD Prambanan (rujukan korban dari Piyungan)
Kerusakan Meluas di 10 Kecamatan
Selain korban manusia, dampak kerusakan fisik di Bantul juga cukup signifikan. BPBD Bantul mencatat kerusakan tersebar di 13 titik yang melingkupi 10 Kapanewon (Kecamatan).
Rincian Kerusakan di Bantul:
Rumah Rusak: 8 unit
Tempat Ibadah: 2 unit
Fasilitas Pendidikan: 2 unit
Fasilitas Pemerintah: 1 unit
Fasilitas Kesehatan: 1 unit
Baca Juga: Breaking News: Gempa M 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Terasa hingga Madiun dan Solo
Wilayah terdampak meliputi Kapanewon Banguntapan, Bantul, Imogiri, Jetis (3 titik), Kasihan (3 titik), Pajangan, Pleret, Pundong, Sedayu, dan Srandakan.
Meski pusat gempa berada di laut selatan Pacitan dan dipastikan tidak berpotensi tsunami, BMKG dan BPBD Bantul tetap waspada.
Tim BMKG dikerahkan untuk meneliti apakah guncangan ini memiliki kaitan atau dampak terhadap aktivitas Sesar Opak di Yogyakarta.
"Hari ini tim BMKG ke BPBD untuk mendalami terkait potensi gempa susulan, apakah ada dampak terkait dengan Sesar Opak atau tidak," ujar Mujahid.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG untuk menghindari hoaks. (hyo/her/naz)
Editor : Mizan Ahsani