Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Menkeu Purbaya Buka Suara Soal Safe House Koruptor Bea Cukai: Saya Tahu sejak Lama

Mizan Ahsani • Sabtu, 7 Februari 2026 | 08:21 WIB

IHSG terguncang, tapi pemerintah tetap tenang. Menkeu Purbaya yakin fondasi ekonomi Indonesia masih kuat.
IHSG terguncang, tapi pemerintah tetap tenang. Menkeu Purbaya yakin fondasi ekonomi Indonesia masih kuat.

Jawa Pos Radar Madiun – Tabir gelap dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) semakin tersingkap.

Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan mengejutkan terkait temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai keberadaan safe house atau rumah aman yang digunakan para oknum pejabat.

Alih-alih terkejut, Menkeu Purbaya justru mengaku bahwa informasi mengenai "markas rahasia" tersebut sebenarnya sudah sampai ke telinganya sejak bertahun-tahun lalu.

"Saya pikir sudah lama itu. Saya sudah tahu berapa tahun lalu ada safe house. Tapi memang belum saatnya dibuka," ungkap Purbaya di Jakarta, mengutip ANTARA pada Jumat (6/2).

Baca Juga: Hasil Persib vs Malut United: Balas Dendam Tuntas, Pangeran Biru Kokoh di Puncak Klasemen BRI Super League

"Kalau Operasi Gelap Pasti Ada Markasnya"

Purbaya menilai keberadaan safe house adalah hal yang lazim dalam sebuah praktik operasi ilegal yang terorganisir.

Tempat tersebut biasanya didesain khusus agar sulit dilacak dan menjadi titik kumpul para pihak yang terlibat dalam lingkaran setan rasuah.

"Kalau operasi gelap pasti ada safe house-nya. Tempat di mana mereka bisa berkumpul enggak terdeteksi siapapun itu," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa rumah aman tersebut biasanya memiliki aturan akses yang sangat ketat dan terbatas. Hanya segelintir orang di lingkaran dalam yang mengetahui lokasi persisnya.

Baca Juga: Parapatan Luhur PSHT 2026 Resmi Dibuka di Madiun, Emil Dardak Hadir Wakili Khofifah

Dapat Bocoran via Telepon

Menkeu membeberkan bahwa informasi awal mengenai safe house tersebut ia dapatkan melalui sambungan telepon dari orang dalam. Awalnya, ia sempat mengira informasi tersebut tidak serius, namun temuan KPK membuktikan sebaliknya.

"Saya tahu karena orang sana telepon saya, ngasih informasi. Tapi saya pikir enggak serius. Rupanya betul-betul serius ada," akunya.

Meski sudah mengetahui sejak lama, Purbaya memilih menahan diri dan tidak membukanya ke publik lebih awal karena menghormati ranah penegak hukum.

"Saya kan bukan penegak hukum. Tapi mereka (penegak hukum) sudah memberi sinyal ke saya," tambahnya.

Baca Juga: Daftar 14 Zona Megathrust Terbaru di Indonesia, Kekuatan Gempa Pacitan Bisa Capai M 8,9

Tempat Timbun Uang Suap Impor Barang KW

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa safe house tersebut sengaja disewa secara khusus oleh oknum pegawai Bea Cukai.

Tempat ini diduga kuat berkaitan dengan kasus suap dan gratifikasi pelolosan importasi barang KW (tiruan).

"Diduga para oknum dari Ditjen Bea Cukai ini menyiapkan safe house ya untuk menyimpan barang-barang seperti uang, kemudian tadi logam (mulia)," ujar Budi.

Menkeu Purbaya menegaskan, rentetan kasus korupsi yang melibatkan pegawai DJP dan DJBC belakangan ini menjadi alarm keras bagi Kementerian Keuangan untuk melakukan pembenahan total sistem dan tata kelola internal agar tidak ada lagi celah bagi "operasi gelap" serupa. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#bea cukai #suap #Menkeu Purbaya #korupsi #ott kpk