Jawa Pos Radar Madiun - Tiga hari telah berlalu, namun duka mendalam masih menyelimuti Kabupaten Klaten.
Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (7/2) di RSUP dr Kariadi Semarang.
Kepergian orang nomor dua di Klaten ini menyisakan kesedihan luar biasa, terutama bagi sang ayah, Hariyanto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Klaten.
Ditemui di rumah duka di Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Minggu (8/2), Hariyanto mengenang sosok putra tunggalnya tersebut sebagai anak yang sangat berbakti dan penurut.
Ayah: Dia Anak Semata Wayang yang Nurut
Di mata sang ayah, almarhum Benny adalah sosok yang lurus sejak kecil hingga dewasa.
Hariyanto menuturkan bahwa putranya tidak pernah bertingkah macam-macam, mulai dari jenjang TK hingga menyelesaikan kuliah di Yogyakarta.
"Anak saya itu semata wayang. Orangnya sangat nurut sama orang tua, tidak nakal. Bahkan sebelumnya tidak pernah sakit, baru ini kok langsung mendadak," ungkap Hariyanto.
Janji Umrah lewat Voice Note
Sebelum wafat, Benny sempat menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 20 hari akibat penurunan trombosit drastis yang melemahkan imun tubuhnya.
Kondisi ini membuat interaksi dengan keluarga sangat dibatasi demi mencegah infeksi.
Meski terpisah ruang isolasi, komunikasi tetap terjalin melalui aplikasi pesan.
Hariyanto menceritakan adanya pesan suara (voice note) menyentuh yang dikirimkan Benny kepada ibunya, Endrayati.
Dalam pesan tersebut, Benny mengungkapkan keinginan mulianya jika sembuh nanti.
"Lewat voice note, dia janji kalau nanti sudah sembuh, mau umrah bersama-sama sekeluarga," tutur Hariyanto mengenang janji terakhir putranya.
Baca Juga: 23 Ribu Warga Miskin di Magetan Belum Tercover BPJS, Dinsos Usul Tambahan Kuota PBI
Firasat dan Detik-Detik Terakhir
Hariyanto mengaku sempat merasakan firasat sebelum kepergian putranya.
Seminggu sebelum wafat, karena rindu yang memuncak, ia memaksakan diri masuk ke ruang perawatan dengan protokol ketat untuk melihat Benny.
Pada Sabtu (7/2) pagi, istri Benny, Mahanni Yulindha Pratiwi, sempat menghubungi Hariyanto dan memintanya segera ke Semarang untuk memberikan motivasi.
Namun, takdir berkata lain. Hariyanto dan istri belum sempat tiba tepat waktu saat Benny dipanggil Yang Maha Kuasa.
"Saya merasa ini masih seperti mimpi," ucapnya pilu.
Sosok Pemimpin Muda yang Ngemong
Rasa kehilangan juga dirasakan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten. Pj Sekda Klaten, Jaka Purwanto, menilai almarhum sebagai pemimpin muda yang cerdas, energik, namun tetap rendah hati.
"Beliau itu muda, tapi cara bicaranya sangat ngemong (mengayomi). Beliau bisa melayani sendiri dan sangat rendah hati kepada siapa pun," ujar Jaka.
Dalam bekerja, Benny dikenal responsif dan selalu menekankan pentingnya sinergi serta kekompakan tim antar instansi.
Meskipun baru menjabat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Benny selalu fokus merealisasikan 10 program prioritas yang dijanjikannya.
Baca Juga: Wisata Kuliner ke Semarang? Ini 5 Makanan Khas yang Wajib Dicoba agar Liburan Makin Berkesan
Dimakamkan di Jonggrangan
Jenazah Benny Indra Ardhianto dimakamkan di pemakaman Jonggrangan, Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, pada Minggu (8/2).
Ribuan pelayat turut mengantarkan kepergiannya, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sejumlah kepala daerah se-Solo Raya, serta pimpinan OPD dan DPRD Klaten.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Profil Singkat Benny Indra Ardhianto:
Lahir: 14 April 1992 (Usia 33 Tahun).
Pendidikan: S1 Ekonomi UGM (2015), S2 Magister Manajemen UGM (2019).
Karier Bisnis: Presiden Direktur PT Benny Putra Mandiri (Distributor Gas), pemilik Arena Kuliner Delanggu, dan Sentral Oli Motor Delanggu.
Karier Politik: Kader Partai Gerindra, terpilih sebagai Wakil Bupati Klaten periode 2025–2030 mendampingi Hamenang Wajar Ismoyo dengan perolehan suara 52,63 persen.
Selamat jalan, Mas Wabup. (naz)
Editor : Mizan Ahsani