Jawa Pos Radar Madiun - Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Romi Jahat, vokalis band Romi & The Jahats sekaligus figur berpengaruh di skena musik punk nasional, meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026.
Informasi wafatnya Romi Jahat dikonfirmasi melalui unggahan resmi akun Instagram @rtjofficial. Dalam unggahan tersebut, pihak band menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian sosok yang selama ini menjadi ruh perjuangan mereka.
“Romi Jahat, Babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan, Al-Fatihah,” tulis akun resmi Romi & The Jahats, Selasa (10/2).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyakit yang diderita Romi Jahat. Namun, kondisi kesehatannya disebut menurun dalam beberapa pekan terakhir sebelum wafat.
Sempat Batalkan Agenda Panggung
Sekitar tiga pekan sebelum meninggal dunia, Romi & The Jahats diketahui membatalkan sejumlah agenda panggung. Pembatalan tersebut dilakukan karena kondisi fisik Romi Jahat yang tidak memungkinkan untuk tampil.
“Kami terpaksa absen menyapa kalian karena kondisi kesehatan vokalis kami tidak memungkinkan tampil. Kondisinya membutuhkan perawatan lebih lanjut,” tulis pihak band dalam pengumuman sebelumnya.
Sejak saat itu, Romi disebut lebih banyak menjalani perawatan dan mengurangi aktivitas bermusik.
Jejak Panjang di Musik Punk Indonesia
Romi Jahat memiliki nama asli Adie Indra Dwiyanto. Ia telah aktif di dunia musik sejak akhir 1990-an dan dikenal sebagai vokalis awal band punk legendaris Marjinal pada 1997.
Setelah hengkang dari Marjinal, Romi mendirikan Romi & The Jahats pada 2008. Bersama band ini, Romi konsisten menghadirkan musik punk rock yang lugas, keras, dan sarat kritik sosial.
Selama hampir 18 tahun berkarya, Romi & The Jahats telah merilis lima album penuh. Album terakhir bertajuk “Teman” diluncurkan pada April 2025.
Warisan Perlawanan dan Kritik Sosial
Kepergian Romi Jahat meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan band, tetapi juga bagi komunitas musik punk Indonesia secara luas. Karya-karyanya dikenang sebagai suara perlawanan, kegelisahan sosial, dan keberpihakan pada kaum marjinal.
Romi Jahat bukan sekadar musisi, melainkan simbol konsistensi dan keberanian dalam menyuarakan kritik melalui musik. (fin)
Editor : AA Arsyadani