Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kopdes Merah Putih Jadi Tulang Punggung Suplai MBG, Ekonomi Desa Didorong Berputar di Akar Rumput

Grendy Damara • Senin, 23 Februari 2026 | 10:12 WIB

EKONOMI DESA: Proses pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus berlangsung di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN
EKONOMI DESA: Proses pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus berlangsung di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Magetan. AJI PUTRA/RADAR MAGETAN

Jawa Pos Radar Madiun - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak hanya fokus pada pemenuhan nutrisi siswa, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Salah satunya melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Koperasi ini diposisikan sebagai jembatan utama yang menghubungkan hasil bumi petani dan peternak langsung ke dapur pengolahan.

Memangkas Rantai Distribusi dari Desa ke Dapur

Salah satu keunggulan keterlibatan Kopdes Merah Putih adalah kemampuannya memperpendek jalur distribusi pangan.

Koperasi tidak sekadar menyalurkan, tetapi juga mengambil peran dalam tahap persiapan awal.

Beberapa tugas teknis yang dikelola koperasi antara lain:

Persiapan Protein: Melakukan proses pemotongan ayam sesuai standar.

Pengolahan Sayur: Melakukan pengupasan dan pemotongan sayuran agar siap olah.

Manajemen Pengemasan: Memastikan bahan baku dikemas dengan rapi sebelum dikirim ke unit SPPG.

Dengan jalur yang lebih singkat, kesegaran bahan pangan dapat lebih terjamin dan biaya logistik dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga: Keras! BEM UGM Kritik MBG sebagai Program Katering Negara, Sang Ketua Tantang Presiden Prabowo Debat Terbuka

Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

Pemerintah menargetkan agar anggaran besar yang dialokasikan untuk MBG tidak habis di perusahaan besar, melainkan berputar di lingkup desa.

Melalui skema ini, petani mendapat kepastian pasar dan peternak memiliki pembeli tetap dengan harga yang adil.

Koperasi diharapkan memperoleh margin usaha yang sehat, sementara warga lokal mendapatkan lapangan pekerjaan baru dalam rantai pengolahan bahan baku ini.

Harapannya, program ini menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Baca Juga: Zakat, Wakaf, dan MBG: Ketika Dana Umat Bersanding dengan Program Negara

Manajemen Profesional sebagai Kunci

Meskipun konsep integrasi ini menjanjikan, tantangan berat menanti di sisi implementasi.

Koperasi dituntut untuk bekerja secara transparan dan akuntabel guna menghindari praktik monopoli atau penurunan kualitas bahan.

Standar keamanan pangan menjadi harga mati, mengingat target konsumen utama program ini adalah anak-anak sekolah.

Model Kopdes Merah Putih ini menjadi ujian bagi koperasi untuk membuktikan diri sebagai pilar ekonomi yang mampu mengelola proyek strategis nasional secara profesional. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Kopdes Merah Putih #Makan Bergizi Gratis #KDKMP #Koperasi Merah Putih #Mbg