Jawa Pos Radar Madiun — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf meresmikan 36 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (21/2).
Peresmian dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat.
Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dikelola oleh tim akselerasi NU yang tersebar di berbagai pondok pesantren di NTB.
“Sekarang sudah ada sekitar 200-an SPPG milik NU yang beroperasi di Indonesia. Dan masih ada ratusan lagi yang sedang berproses dalam sistem Badan Gizi Nasional,” ujar Gus Yahya.
Ia menargetkan hingga akhir tahun ini terdapat 1.000 unit SPPG milik NU yang beroperasi di seluruh Indonesia. Target tersebut, menurutnya, merupakan hasil kesepakatan bersama Kepala BGN, Dadan Hindayana.
“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi target 1.000 SPPG yang dulu kami canangkan bersama Kepala BGN bisa tercapai,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga mengingatkan para pengelola SPPG untuk menjaga kualitas menu dan standar gizi makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar tidak terjadi kasus keracunan massal.
“Kami meminta kepada kepala SPPG agar menu yang disajikan benar-benar dirasakan manfaatnya dan lebih bergizi,” tegasnya.
Peresmian tersebut turut dihadiri Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Ia berharap keberadaan SPPG yang dikelola NU dapat mendorong kemandirian yayasan dan pondok pesantren, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.
Langkah ini menandai semakin luasnya keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program MBG, sekaligus mempertegas kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memperluas jangkauan layanan gizi di berbagai daerah. (naz)
Editor : Mizan Ahsani