Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal kuat terkait pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri tahun 2026.
Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2), Menkeu menegaskan bahwa anggaran telah siap dan aturan pendukungnya tengah difinalisasi.
Menanti Pengumuman Presiden Prabowo
Meskipun draf aturan sedang diproses, Menkeu menekankan bahwa otoritas pengumuman jadwal pasti pencairan berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Itu (aturan) sedang diproses, bentar lagi keluar. Tapi bukan kami yang mengumumkan, nanti Presiden yang mengumumkan,” jelas Purbaya.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Menghitung THR Karyawan Swasta, Cair Paling Lambat 14 Maret 2026
Pihaknya memperkirakan pengumuman akan dilakukan segera setelah Presiden kembali dari agenda kerjanya.
Terkait kemungkinan pencairan dimulai pada pekan ini, Menkeu menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Presiden.
Anggaran Rp55 Triliun dan Target Ramadan
Pemerintah telah mengalokasikan dana jumbo sebesar Rp55 triliun untuk memenuhi kewajiban THR tahun ini.
Nilai anggaran ini sebelumnya telah dipaparkan dalam ajang Indonesia Economic Outlook 2026 pada medio Februari.
Baca Juga: THR ASN Madiun 2026: Anggaran Diprediksi Tembus Rp 19,5 M Seiring Naiknya Kuota PPPK
Sesuai pernyataan sebelumnya, Menkeu berharap penyaluran dapat dilakukan tepat waktu.
“(Pencairan THR) Minggu pertama puasa. Yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” tambahnya. Langkah ini dilakukan untuk mendukung daya beli masyarakat selama bulan suci.
Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I
Pencairan THR menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tahun 2026.
Anggaran THR ini masuk dalam paket belanja pemerintah triwulan I yang mencapai total Rp809 triliun.
Baca Juga: Alun-Alun Kota Madiun Dipoles Rp 400 Juta, Paving Baru Dipasang Tahun Ini
Selain THR, alokasi besar lainnya dalam belanja triwulan pertama ini meliputi:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp62 triliun.
Paket Stimulus: Rp13 triliun.
Rehabilitasi Bencana Sumatera: Rp6 triliun.
Melalui belanja yang tepat waktu, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. (naz)
Editor : Mizan Ahsani