Jawa Pos Radar Madiun - Kabar mengenai Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Program Sembako Tahap 1 yang cair dua kali pada Februari 2026 santer beredar di masyarakat. Isu tersebut menyebutkan pencairan ganda ini sebagai insentif menyambut Ramadan 2026. Namun, benarkah demikian?
Faktanya, informasi pencairan ganda BPNT tersebut adalah sebuah kesalahpahaman. Dana yang masuk ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bukanlah BPNT yang cair dua kali, melainkan gabungan dari pencairan BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 1 secara bersamaan (multibansos).
Banyak KPM BPNT tidak menyadari bahwa mereka telah tervalidasi secara otomatis oleh sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai penerima baru PKH Tahap 1.
Validasi ini terjadi karena KPM tersebut terdata masuk dalam kategori desil 1–4 tingkat kesejahteraan dan memenuhi salah satu komponen PKH. Komponen tersebut meliputi aspek kesehatan (ibu hamil dan balita), kesejahteraan (lansia dan penyandang disabilitas), pendidikan (siswa SD hingga SMA), hingga korban pelanggaran HAM berat.
Baca Juga: Update THR ASN 2026: Menkeu Sebut Pengumuman Resmi Tinggal Tunggu Presiden Prabowo
Penilaian Desil Bukan Sekadar Pendapatan
Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kemensos, Joko Widiarto, menjelaskan bahwa kelompok desil 1 hingga 4 (40 persen keluarga tingkat kesejahteraan terbawah) menjadi prioritas usulan penerima PKH-BPNT.
Kemensos menegaskan, pembagian desil ini tidak diukur dari nominal pendapatan semata. Penilaian dilakukan secara komprehensif menggunakan berbagai indikator sosial ekonomi, seperti kondisi pekerjaan, tingkat pendidikan, kualitas tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Adanya skema multibansos ini bertujuan agar KPM bisa segera meningkatkan taraf hidupnya dan lepas dari jerat kemiskinan, mengingat data bansos bersifat dinamis dan bisa nonaktif jika kesejahteraan dirasa telah meningkat.
Baca Juga: Prestianni Resmi Dilarang Tampil vs Real Madrid, Terancam Menepi Lebih Lama dari Lapangan
Cara Cek Bansos Februari 2026 Lewat HP
Karena data pembaruan DTSEN berlangsung setiap tiga bulan sekali, masyarakat diimbau mengecek status kepesertaannya secara berkala. Tidak perlu repot datang ke kantor desa, Anda bisa mengeceknya secara mandiri menggunakan HP.
Berikut langkah-langkah cek bansos PKH-BPNT Februari 2026:
-
Buka browser di HP, lalu kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Anda juga bisa menggunakan Aplikasi Cek Bansos Kemensos yang dapat diunduh gratis.
-
Masukkan NIK KTP dan data wilayah sesuai KTP Anda.
-
Ketik kode captcha yang muncul di layar (klik refresh jika kurang jelas).
-
Tekan tombol "Cari Data".
Sistem akan langsung menampilkan informasi lengkap mulai dari nama penerima, kategori desil kesejahteraan, hingga status pencairan PKH-BPNT.
Apabila status Anda tertulis "ter-exclude" atau bansos nonaktif, Anda masih memiliki hak sanggah jika merasa data tersebut tidak sesuai. Sanggahan bisa diajukan melalui aplikasi Cek Bansos, pemerintah desa, atau Dinas Sosial setempat. Berdasarkan ajuan tersebut, pendamping sosial nantinya akan turun langsung melakukan survei ground check ke rumah KPM. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura