Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

6.859 Masjid Disiapkan Jadi Posko Transit Mudik Lebaran 2026, Buka 24 Jam dengan Fasilitas Lengkap dan Gratis

AA Arsyadani • Rabu, 25 Februari 2026 | 16:20 WIB

Masjid Al-Gjoddi di Rest Area Travoy KM 575B Tol Solo-Ngawi.
Masjid Al-Gjoddi di Rest Area Travoy KM 575B Tol Solo-Ngawi.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah mulai mematangkan persiapan mudik Lebaran 2026.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat transit gratis bagi para pemudik.

Program ini digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam melalui Ekspedisi Masjid Indonesia 2026.

Masjid-masjid di jalur mudik akan difungsikan sebagai posko singgah 24 jam, mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.

Sinergi Kemenag dan Kemenhub untuk Mudik Aman

Rencana ini mengemuka saat Menteri Agama menerima audiensi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas kementerian demi memastikan mudik berjalan aman dan nyaman.

Koordinasi internal juga dilakukan hingga tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan guna memastikan kesiapan fasilitas di setiap masjid yang terlibat.

Fasilitas Lengkap untuk Pemudik

Masjid yang berpartisipasi diharapkan menyediakan:

Bagi pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadan, masjid juga diimbau menyediakan takjil saat berbuka. Pada malam hari, pengelola diharapkan menyiapkan minuman hangat untuk membantu pemulihan stamina pengemudi.

“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau. Supirnya, ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi,” kata Menag.

Cegah Kecelakaan di Jalur Padat

Tingginya penggunaan kendaraan pribadi dan sepeda motor di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatra meningkatkan risiko kelelahan pengemudi.

Karena itu, masjid dinilai memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan publik bagi pemudik.

Untuk memudahkan identifikasi, masjid yang ikut program ini akan diberi penanda khusus di jalur utama.

Rumah Ibadah Jadi Ruang Kemanusiaan

Tidak hanya masjid, rumah ibadah lain seperti gereja di wilayah Sumatera Utara dan Indonesia Timur juga dilibatkan. Pendekatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah adalah ruang kemanusiaan yang terbuka bagi siapa pun.

“Adanya program ini, dapat meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik muslim dan non muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran,” pungkas Menag.

Sejalan dengan itu, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 143 juta orang dan telah menyiapkan berbagai skenario pengamanan, termasuk sinkronisasi data masjid transit dengan Kemenag agar pelaksanaan di lapangan berjalan optimal. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#lebaran 2026 #arus mudik #Trans Sumatra #masjid #jalur pantura #Mudik 2026 #trans jawa #Kemenag