Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Adian Napitupulu Kecam Teror Terhadap Ketua BEM UGM: Tinggalkan Cara Primitif!

Grendy Damara • Kamis, 26 Februari 2026 | 16:49 WIB

Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tiyo Ardianto, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jawa Pos Radar Madiun - Kabar mengenai dugaan teror dan intimidasi yang menimpa Ketua BEM KM UGM Tiyo Ardianto memicu reaksi keras dari parlemen.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Adian Napitupulu, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai penghambat kemajuan bangsa.

Demokrasi Bukan Ruang Ketakutan

Adian Napitupulu menegaskan bahwa watak negara demokrasi tidak mengenal cara-cara menakut-nakuti rakyat, terutama mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi intelektualnya.

Ia menilai intimidasi yang dialami Tiyo merupakan kemunduran yang tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam kehidupan berbangsa modern.

"Mahasiswa menyampaikan kritik itu bukan kejahatan. Justru itu bagian dari tradisi intelektual yang harus dijaga," ujar Adian saat memberikan pernyataan kepada awak media.

Baca Juga: Rocky Gerung Buka Suara Soal Kritik Ketua BEM UGM, Singgung Kritik yang Lahir dari Ruang Akademis

Konstitusi Menjamin Kebebasan Berpendapat

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan semua pihak bahwa hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dilindungi secara kuat oleh hukum nasional.

Landasan utamanya adalah: 

Pasal 28E UUD 1945: Menjamin hak kebebasan berpendapat bagi seluruh warga negara.

Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998: Mengatur tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum secara eksplisit.

Kritik Tiyo yang viral terkait kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai Adian sebagai perbedaan pendapat yang sah secara konstitusional.

Baca Juga: Kritik Kabinet Merah Putih: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Pertanyakan Kompetensi vs Loyalitas Politik

Alarm Penurunan Kualitas Demokrasi

Adian juga menyinggung data dari lembaga sipil seperti YLBHI dan KontraS yang mencatat adanya tekanan terhadap kebebasan akademik dan ekspresi.

Fluktuasi pada Indeks Demokrasi Indonesia di aspek kebebasan sipil menjadi tanda bahwa intimidasi terhadap aktivis dan mahasiswa merupakan preseden buruk bagi masa depan bangsa.

"Kalau hari ini mahasiswa diteror karena kritik, besok siapa lagi?" tanya Adian sebagai refleksi atas kondisi ruang publik saat ini.

Adu Gagasan, Bukan Adu Teror

Sebagai penutup, Adian meminta aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut tuntas dalang di balik ancaman terhadap Tiyo.

Ia menekankan bahwa negara yang besar adalah negara yang menjawab kritik dengan kebijakan dan argumentasi yang solid, bukan dengan ancaman fisik maupun digital.

Kasus ini kini menjadi ujian krusial bagi kedewasaan demokrasi Indonesia dalam melindungi suara kritis masyarakat di tengah dinamika politik nasional. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#BEM KM UGM #kejahatan #Adian Napitupulu #Ketua BEM UGM #kritik #tiyo ardianto