Jawa Pos Radar Madiun - Seorang guru honorer bernama Reza Sudrajat membawa kisah pilu ke ranah hukum tertinggi negara.
Di tengah perjuangannya menguji materi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK), Reza mengungkap realitas ekonomi sulit yang memaksa dirinya terjerat jasa pinjaman online (pinjol).
Gugat UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi
Reza menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.
Permohonan yang terdaftar dengan nomor 55/PUU-XXIV/2026 ini menyoroti komponen anggaran pendidikan yang digunakan untuk mendanai program MBG.
Baca Juga: Pensiunan Wajib Tahu! TASPEN Ingatkan Unduh E-SPT Pajak di Layanan TOOS, Simak Cara Selengkapnya
Menurut Reza, kebijakan tersebut membawa dampak sistemik bagi tenaga pendidik non-ASN:
1. Ketidakpastian Karier
Pengalokasian dana pendidikan untuk MBG dinilai mengancam kepastian karier guru honorer.
2. Masalah Upah
Kebijakan anggaran ini dianggap berpotensi menghambat peningkatan kesejahteraan dan upah guru.
3. Beban Kerja
Ada kekhawatiran bahwa program tersebut justru akan memperberat beban kerja guru di sekolah.
Baca Juga: SPPG Pacitan Jelaskan Rincian Dana MBG, Porsi Makan Hanya Rp 8–10 Ribu
Realitas Gaji: Rp300 Ribu dan Dibayar Per Tiga Bulan
Di hadapan awak media di Gedung MK, Jakarta, Rabu (25/2), Reza memaparkan kondisi kesejahteraan guru honorer yang memprihatinkan.
Ia menyebut rentang gaji guru honorer saat ini hanya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.
Mirisnya, upah yang minim tersebut seringkali tidak dibayarkan tepat waktu.
"Ada yang baru menerima gaji setiap tiga bulan sekali," ungkapnya. Kondisi inilah yang memicu para guru mencari jalan pintas untuk menyambung hidup.
Baca Juga: Pegawai MBG Resmi Dapat THR 2026, Bagaimana Nasib Guru PPPK Paruh Waktu dan Honorer?
Terpaksa Gunakan Pinjol Demi Bertahan Hidup
Reza secara jujur mengakui pernah menggunakan jasa pinjol untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saat gaji belum cair.
"Untuk jaga-jaga kalau misalnya kita tidak ada uang karena belum gajian, ya sudah kita pinjam," tuturnya.
Langkah Reza melakukan uji materi ini memantik diskusi luas di masyarakat mengenai desain anggaran negara.
Meski menuai pro dan kontra, aksinya dipandang sebagai keberanian untuk menagih janji kesejahteraan bagi mereka yang memikul beban pendidikan generasi bangsa namun masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. (naz)
Editor : Mizan Ahsani