Jawa Pos Radar Madiun - Badan Gizi Nasional (BGN) menepis kekhawatiran masyarakat terkait potensi pemotongan anggaran kementerian lain demi mendanai Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan bahwa alokasi anggaran program unggulan ini tidak mengganggu stabilitas finansial kementerian teknis lainnya.
Dadan menjelaskan bahwa rincian anggaran BGN telah ditempatkan secara spesifik sesuai fungsinya tanpa mengurangi plafon anggaran kementerian yang sudah ada.
Sektor Kesehatan: Anggaran Kemenkes Tetap Naik
Untuk kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, anggaran BGN masuk dalam rincian output fungsi kesehatan.
Dadan mengungkapkan terdapat alokasi sebesar Rp24 triliun dalam kategori ini.
"Ada anggaran BGN sebesar Rp24 triliun masuk dalam fungsi kesehatan, tetapi tidak mengganggu anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terbukti anggaran Kemenkes dari tahun ke tahun tetap naik," ujar Dadan dalam keterangan resmi, Minggu (1/3).
Baca Juga: Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di BCA Tanpa War Tiket Online, Cek Syaratnya!
Sektor Pendidikan: Alokasi Rp223 Triliun yang Aman
Kekhawatiran serupa di sektor pendidikan juga dibantah. Kelompok anak sekolah, termasuk santri dan sekolah keagamaan, masuk dalam rincian output fungsi pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp223 triliun.
Dadan menjamin alokasi jumbo tersebut tidak memotong jatah:
-
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
-
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
"Anggaran di pendidikan dari tahun ke tahun terus naik, baik untuk Kemendikdasmen maupun Kemendiktisaintek," imbuhnya.
Baca Juga: Menu MBG Pacitan Dikeluhkan Lagi, Nanas dan 3 Telur Puyuh Picu Protes Wali Murid
Tunjangan Guru Justru Naik 10 Persen
Selain memastikan keamanan anggaran kementerian, Kepala BGN juga membawa kabar baik bagi para tenaga pendidik.
Ia menegaskan bahwa transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru tetap mengalami peningkatan signifikan di tahun 2026. "Transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru tidak terganggu, bahkan dari tahun kemarin ke tahun ini naik hampir 10 persen," klaim Dadan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani