Jawa Pos Radar Madiun - Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto terus menjadi pusat perbincangan publik.
Setelah vokal mengkritik kebijakan pemerintah, mahasiswa asal Kudus kelahiran 26 April ini menarik perhatian lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, @tiyoardianto_.
Tiyo mengunggah foto Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur akibat serangan militer AS dan Israel baru-baru ini.
Dalam keterangan fotonya, ia menuliskan pesan emosional.
"Terima kasih, Ali Khamenei, titip salam kami untuk Kanjeng Nabi, Sayyidina Aly, Hasan, dan Husein," tulis Tiyo yang langsung disukai lebih dari 20,6 ribu pengguna.
Rentetan Kritik Tajam, dari Surat ke UNICEF hingga Slogan Maling Berkedok Gizi
Keberanian Tiyo dalam bersuara mulai mendapat sorotan tajam sejak BEM UGM mengirim surat terbuka kepada UNICEF pada 6 Februari 2026.
Surat itu merespons tragedi bunuh diri seorang siswa SD di NTT yang diduga tak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10 ribu.
Tiyo menilai peristiwa tersebut sebagai bukti kegagalan negara.
Ia melontarkan kritik keras terhadap prioritas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyedot dana besar namun belum menyentuh akar kemiskinan struktural.
Puncaknya, pada orasi di Bundaran UGM 13 Februari lalu, Tiyo mengenakan kaos bertuliskan “Maling Berkedok Gizi” sebagai simbol kritik terhadap proyek tersebut.
Ia juga mempertanyakan keterlibatan aparat kepolisian dalam operasional dapur program MBG.
Terima Rentetan Teror, dari Ancaman Penculikan hingga Fitnah Keluarga
Vokalnya Tiyo dibayar mahal dengan rentetan teror yang mengancam keselamatan pribadinya dan keluarga.
Ancaman penculikan diterima melalui pesan WhatsApp nomor internasional Inggris.
Ia juga mendapat ancaman pembunuhan sehari setelah aksi orasi di Bundaran UGM.
Pada 14 Februari, ibunda Tiyo menerima pesan WhatsApp berisi fitnah bahwa anaknya menggelapkan dana kampus.
Dukungan Tokoh: Mahfud MD, Adian Napitupulu, hingga Rocky Gerung
Meski ditekan, dukungan mengalir deras dari berbagai tokoh nasional.
Eks Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan bangga.
Ia menegaskan bahwa anak muda yang kritis dan rasional seperti Tiyo harus dilindungi oleh negara agar iklim demokrasi tetap sehat.
Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu turut mengecam keras intimidasi terhadap Tiyo.
Ia mengingatkan bahwa hak berpendapat dilindungi oleh Pasal 28E UUD 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998.
Sementara itu, Rocky Gerung turut memberikan pembelaan dengan menyinggung bahwa kritik Tiyo lahir dari ruang akademis yang sah. (naz)
Editor : Mizan Ahsani