Jawa Pos Radar Madiun – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus pada pelaksanaan mudik Lebaran 2026.
Berdasarkan hasil survei lintas sektoral, Kapolri memprediksi bahwa puncak arus mudik tahun ini tidak akan terjadi dalam satu waktu, melainkan terbagi dalam dua gelombang pada bulan Maret mendatang.
Prediksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Langkah antisipasi ini diambil guna memastikan kelancaran lalu lintas di tengah tingginya animo masyarakat untuk pulang kampung.
Jadwal Puncak Arus Mudik Gelombang I dan II
Menurut pemaparan Kapolri, gelombang pertama puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan Maret.
Hal ini didasarkan pada perbandingan realisasi jumlah pemudik tahun lalu dan survei terbaru bersama Kementerian Perhubungan.
Berikut adalah jadwal prediksi puncak arus mudik 2026:
• Puncak Arus Mudik Pertama: Diperkirakan jatuh pada tanggal 14 sampai 15 Maret 2026.
• Puncak Arus Mudik Kedua: Diprediksi terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret 2026.
Menariknya, di antara kedua gelombang tersebut, pemerintah berencana menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16 dan 17 Maret.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan volume kendaraan di jalan tol maupun jalur arteri.
Baca Juga: Trump Tak Peduli Iran Tampil di Piala Dunia 2026, FIFA Belum Berikan Pernyataan Resmi
Prediksi Arus Balik Dua Gelombang
Sama halnya dengan arus mudik, Kapolri juga mewanti-wanti adanya dua gelombang puncak arus balik:
1. Gelombang Pertama: Diprediksi terjadi pada tanggal 24 dan 25 Maret 2026.
2. Gelombang Kedua: Diperkirakan jatuh pada tanggal 28 sampai 29 Maret 2026.
Kapolri menegaskan bahwa jika diperlukan, Polri akan melaksanakan operasi lanjutan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Atensi Penyeberangan Jatim-Bali Saat Nyepi
Selain fokus pada jalur utama di Pulau Jawa, Jenderal Listyo Sigit juga memberikan catatan khusus untuk wilayah Jawa Timur dan Bali.
Pasalnya, perayaan Idul Fitri 1447 H kali ini jatuh bersamaan dengan peringatan Hari Raya Nyepi.
"Perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi," tegas Sigit.
Polri berkomitmen menjaga toleransi antarumat beragama sekaligus memastikan mobilitas masyarakat di pelabuhan penyeberangan tetap tertib dan saling menghargai.
Operasi Ketupat 2026 sendiri direncanakan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret, dengan menyiagakan ribuan pos pengamanan di seluruh titik strategis nusantara. (*)
* Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani