Jawa Pos Radar Madiun - Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang masa libur dan arus mudik Lebaran 2026 dipastikan dalam kondisi aman. Meski demikian, cadangan energi nasional yang hanya berada di kisaran 21 hingga 25 hari belakangan menjadi sorotan publik.
Apalagi di tengah memanasnya konflik geopolitik global antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, masyarakat kerap membandingkan ketahanan energi Indonesia dengan negara maju seperti Jepang yang mampu menimbun stok BBM hingga 254 hari.
Faktanya, ada kendala struktural yang membuat cadangan bahan bakar di Tanah Air tidak bisa disimpan dalam jangka waktu panjang.
Baca Juga: Info Mudik Gratis Pemkab Tangerang 2026 Rute Madiun: Kuota Ludes, Ada Wacana Ditambah!
Fakta di Balik Mentoknya Cadangan BBM Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara blak-blakan mengungkap bahwa masalah utama bukanlah pada kemampuan negara membeli minyak, melainkan infrastruktur yang belum memadai:
Kapasitas Storage Terbatas
Indonesia tidak bisa menimbun persediaan lebih dari 25 hari karena daya tampung fasilitas penyimpanan (storage) BBM di dalam negeri sudah mencapai batas maksimal.
Impor Besar Percuma
Tanpa kapasitas penyimpanan yang memadai, kebijakan mengimpor minyak dalam jumlah raksasa tidak akan efektif karena keterbatasan ruang penampungan.
Masih Sesuai Standar Nasional
Kendati tertinggal dari standar internasional, stok yang berkisar 22-25 hari ini dipastikan masih berada di atas standar minimum ketahanan energi nasional (21 hari).
Baca Juga: Taspen Resmi Cairkan THR Pensiunan 2026 untuk 3,2 Juta Penerima, Ini Rincian Komponennya
Langkah Strategis: Bangun Storage Raksasa dan Modernisasi Kilang
Menyadari kelemahan ini, pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperkuat bantalan energi nasional jangka panjang agar Indonesia lebih siap menghadapi gejolak global:
Instruksi Presiden Prabowo: Presiden telah memerintahkan pembangunan storage baru berskala masif dengan target kapasitas penampungan hingga 3 bulan. Angka ini disesuaikan dengan konsensus standar minimum global.
Proyek Prioritas Rp 72 Triliun: Pemerintah telah merampungkan pra-studi kelayakan pembangunan fasilitas storage di 18 daerah strategis. Kabar baiknya, wilayah Jawa Timur turut menjadi prioritas dengan masuknya Surabaya dan Sampang sebagai lokasi proyek tersebut.
Mandiri Produksi 2027: Selain memperkuat fasilitas penyimpanan, pemerintah juga memacu peningkatan kapasitas kilang minyak nasional. Ditargetkan pada 2027, kilang dalam negeri sudah mampu memproduksi BBM kualitas tinggi (RON 93, 95, 98 dan avtur) secara mandiri.
Baca Juga: All England 2026: Ana/Trias Amankan Tiket Perempat Final, Berikut Rekap Hasil Selengkapnya
Dengan segala kesiapan dan antisipasi dari pemerintah, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panic buying saat merencanakan perjalanan mudik ke kampung halaman. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura