Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi lonjakan pemudik yang luar biasa pada periode angkutan Lebaran 2026. Wilayah ini diproyeksikan menjadi episentrum atau daerah asal pemudik terbanyak di seluruh Indonesia.
Kepala Dishub Jabar, Dhani Gumelar, menyebutkan sebanyak 30,97 juta warga akan melakukan perjalanan dari wilayahnya. Angka fantastis ini setara dengan 21,5 persen dari total potensi pergerakan nasional yang diprediksi mencapai 143,9 juta orang.
Posisi geografis Jawa Barat dinilai sangat krusial dalam peta arus lalu lintas mudik tahun ini. Selain menjadi kantong pemudik terbesar, kawasan ini juga menjadi jalur perlintasan utama bagi jutaan kendaraan yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk ke wilayah Madiun dan sekitarnya.
Baca Juga: Bulog Madiun Siapkan 60 Ribu Ton Beras untuk Jaga Stok Jelang Lebaran
Data Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah pemudik asal Jabar sukses mengungguli wilayah langganan lainnya. Ibu Kota Jakarta tercatat hanya menyumbang 19,93 juta orang, disusul Jawa Timur dengan 17,12 juta orang, dan Jawa Tengah sebanyak 16,57 juta orang.
Secara spesifik di internal Jawa Barat, Kabupaten Bogor menjadi kantong penyumbang pemudik terbanyak dengan angka mencapai 4,23 juta orang. Sementara itu, wilayah Priangan Timur, khususnya Kabupaten Garut, menjadi magnet tujuan utama pemudik lokal dengan kedatangan 2,93 juta orang.
Puncak Arus Mudik dan Balik
Pemerintah telah memetakan masa krusial angkutan Lebaran yang akan berlangsung selama 15 hari, mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Puncak arus mudik diprediksi akan jatuh pada H-3 Lebaran, tepatnya pada Rabu (18/3/2026).
Pada tanggal tersebut, diperkirakan akan ada pergerakan serentak dari sekitar 8,9 juta orang yang memenuhi jalanan. Sementara itu untuk arus balik, masyarakat diminta mewaspadai dua gelombang kepadatan lalu lintas.
Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 seiring berakhirnya cuti bersama pekerja kantoran, dengan potensi 4,12 juta orang kembali ke perantauan. Gelombang kedua arus balik diproyeksikan menyusul pada 28 Maret 2026 dengan pergerakan sekitar 3,9 juta orang.
Antisipasi Jalur Rawan dan Wisata
Kepadatan kendaraan dipastikan akan menumpuk di jalur utama seperti Tol Trans Jawa dan jalur arteri langganan macet Bandung-Nagreg-Tasikmalaya. Pihak berwenang juga sangat mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur wisata pada H+2 Lebaran.
Baca Juga: Plt Wali Kota Madiun Evaluasi Lurah hingga Kepala OPD, Tak Capai Target Siap Diganti
Beberapa kawasan wisata favorit yang diprediksi padat merayap antara lain kawasan Puncak, Ciwidey, Lembang, Pantai Palabuhanratu, Pangandaran, hingga Kuningan. Pengaturan lalu lintas di titik-titik ini akan menjadi fokus pengamanan ekstra agar tidak terjadi kemacetan total.
Guna mengamankan jutaan pergerakan ini, sebanyak 4.300 personel gabungan dari Dishub dan Kementerian Perhubungan resmi diterjunkan ke lapangan. Mereka disiagakan di berbagai titik strategis untuk mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban arus lalu lintas selama masa libur hari raya. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura