Jawa Pos Radar Madiun - Korlantas Polri memastikan Tol Fungsional Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan siap difungsikan untuk memecah kepadatan kendaraan pada masa arus balik Lebaran 2026.
Kesiapan jalur alternatif ini dipastikan langsung oleh Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026 saat meninjau lokasi pada Rabu (11/3).
Faizal mengungkapkan, secara keseluruhan jalur tol fungsional tersebut sudah dalam kondisi sangat layak lintasi. Saat ini, pihaknya tinggal merampungkan tahap pengerasan jalan setelah proses pengecoran di sektor 2A, tepatnya pada kilometer 13 dan 16 selesai dilakukan.
"Dipastikan pada tanggal 14 atau 15 (Maret) nanti ruas tol fungsional ini sudah bisa dilewati sepenuhnya oleh pemudik," terang Faizal.
Baca Juga: Hujan Angin Porak-porandakan Sawah di Ponorogo, 6 Hektare Padi Ambruk
Guna menjamin kenyamanan pengguna jalan, ruas ini telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang mendasar. Mulai dari Penerangan Jalan Umum (PJU), ketersediaan rest area, hingga stasiun pengisian bahan bakar sementara.
Faizal juga menggaransi keamanan jalur dari potensi kecelakaan akibat persilangan kendaraan antardesa. Sebab, akses jalan arteri warga setempat telah difasilitasi menggunakan jalan layang (flyover), sehingga tidak ada lagi perlintasan sebidang yang memotong jalur tol.
Baca Juga: Lapak Tukar Uang Baru di Madiun Masih Sepi, Pakar UNAIR Peringatkan Ancaman Riba
Sebagai langkah antisipasi penumpukan volume kendaraan di dalam tol fungsional, kepolisian akan menerapkan skenario rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup yang fleksibel.
"Nanti akan kita atur. Jika kapasitas sudah mencapai 350 sampai 400 kendaraan per jam, maka akan kita hentikan sementara dan kendaraan dialihkan ke gerbang keluar seperti Sukaraja atau Deltamas," jelas jenderal bintang satu tersebut.
Pemantauan kelancaran arus juga dimaksimalkan melalui jaringan CCTV yang terintegrasi langsung dengan Command Center di KM 29. Dengan skema pengawasan real-time ini, Tol Japek II Selatan diyakini bakal menjadi solusi jitu mengurai kemacetan parah di jalur utama Cikampek saat puncak arus balik Lebaran mendatang. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Sumber : Korlantas Polri, Radar Madiun