Jawa Pos Radar Madiun - Ancaman terbesar bagi pemudik di jalan raya ternyata bukan sekadar kemacetan panjang, melainkan kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan. Peringatan keras ini ditekankan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat meninjau kelancaran arus mudik di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek.
"Penyakit yang paling mengancam jiwa di masa mudik namanya penyakit kecelakaan. Jadi dari sisi kesehatan, yang paling banyak menyebabkan kematian adalah kecelakaan," tegas Budi.
Menurut Menkes, insiden fatal di jalan tol sebagian besar dipicu oleh kondisi fisik pengemudi yang memaksakan diri hingga kehilangan konsentrasi. Oleh karena itu, ia mewajibkan pengemudi untuk disiplin menepi dan beristirahat selama 15-30 menit setiap lima jam durasi perjalanan.
Guna memfasilitasi kebutuhan pemulihan fisik pemudik, Kementerian Kesehatan telah mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan terpadu. Posko ini beroperasi secara estafet dalam tiga shift dengan menerjunkan 130 tenaga kesehatan.
Fasilitas yang disiagakan sangat komprehensif. Mulai dari penanganan gawat darurat, alat bedah minor, skrining NAPZA untuk pengemudi, hingga tes gula darah dan kolesterol.
Bahkan, guna meredakan keluhan umum seperti flu, sakit kepala, dan nyeri otot, posko ini juga memfasilitasi layanan kesehatan tradisional berupa terapi pijat manual maupun elektronik.
Baca Juga: Hujan Angin Porak-porandakan Sawah di Ponorogo, 6 Hektare Padi Ambruk
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno yang turut terjun ke lokasi memastikan bahwa skenario perlindungan pemudik ini sudah berjalan matang berkat sinergi lintas sektoral.
Masyarakat pun diimbau tidak ragu untuk singgah. "Jangan lupa manfaatkan cek kesehatan gratis. Bisa dilakukan sebelum berangkat atau kalau darurat, silakan mampir di posko. Ini hadiah dari Pak Presiden," pungkas Menkes. (*)
*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura